Pasca WCD, Leader Taput: Kita Siap Bersinergi Dengan Pemkab

 

MEDANHEADLINES.COM, Taput – World Cleanup Day (WCD) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang berlangsung kemarin Sabtu (21/9/2019) menyisakan semangat positif di kalangan partisipan.

Leader WCD Taput Paska Soritua Marbun mengatakan, euphoria terjadi tidak saja sepanjang aksi berlangsung, namun setelah aksi itu selesai.

Dia mengaku sejumlah partisipan mengungkap harapan agar aksi-aksi serupa dilakukan berkelanjutan.

“Ada dari pelajar, ada dari komunitas, masyarakat, banyak ekspektasi, aksi ini tidak berhenti disini saja,” kata Paska kepada awak media, Minggu (22/9/2019).

Dorongan agar aksi-aksi bersih dapat berkelanjutan, ungkap Paska, terutama datang dari Bupati Taput Nikson Nababan dan istri Sartika Simamora, termasuk  Sekda Taput Parsaoran Hutagalung, yang mengawal WCD selesai digelar.

“Pak Bupati dan Bunda (istri bupati-red), dan juga pak Sekda, termasuk banyak kepala dinas, banyak yang berharap ada sinergitas dengan aksi bersih yang dilaksanakan Pemkab setiap Jumat, dan tentu ini sangat positif, kita tentu siap bersinergi,” katanya.

Menurut dia, persoalan kebersihan dan limbah plastik menjadi masalah pelik dan berkepanjangan. Dibutuhkan gerakan kesadaran agar masalah ini terselesaikan.

“Sepanjang manusia memenuhi kebutuhannya, limbah akan terus ada, masalahnya, bagaimana manusia mengelola limbah tersebut agar tidak mencemari dan merusak lingkungan, ini yang terpenting,” tegas Paska.

Dia mengaku mendukung wacana Bupati Taput terkait pusat pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang belakangan hangat di perbincangkan. Menurutnya, produksi B3 sangat besar mengingat aktifitas sosial yang semakin meningkat.

“Apalagi di Danau Toba dan sekitarnya, aktifitas kan  akan terus naik, kunjungan wisata, perkantoran, perhotelan, masyarakat dan banyak lagi, potensi limbah B3 tentu besar, nah solusinya adalah dibangunnya pusat pengolahan, kupikir ini soal kemauan,” imbuhnya.

Sementara itu Paska menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan seluruh partisipan yang all out sepanjang WCD berlangsung. Termasuk para pelajar dan komunitas sebagai representasi generasi muda Tapanuli Utara yang memiliki kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kebersihan.

“Kami tim WCD juga mengajak, jika nanti aksi bersih ini semakin serius menjadi gerakan kesadaran bersama Pemkab, ayo kita bersihkan Taput dari sampah, terutama plastik dan limbah B3 lainnya yang akan menjadi ancaman buruk kehidupan generasi hari ini dan generasi selanjutnya,” tutup Paska.

Sebagai informasi, World Cleanup Day (WCD) berlangsung setiap tahun di tanggal 21 September. Aksi ini menjadi gerakan dunia dan mendapat dukungan jutaan partisipan. Tahun 2019, sebanyak 157 negara mengklaim terlibat.
Sementara di Indonesia sebanyak 33 Provinsi dinyatakan terlibat dan di Sumatera Utara, berlangsung di 18 Kabupaten dan Kota, termasuk Tapanuli Utara.

Terutama di Tapanuli Utara, sebanyak 2 ribuan partisipan ambil bagian di 5 titik aksi. Sedikitnya 2 ton sampah plastik berhasil dikumpulkan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *