MEDANHEADLINES.COM, Medan – Untuk menghindari dampak kabut asap yang terjadi karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Utara membuat gubernur bertindak cepat dengan menggelar rapat kordinasi
“Setiap kabupaten/kota harus membentuk posko kesehatan akibat asap karhutla dan membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak,” kata Edy saat memimpin rapat koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (20/9).
Menurut Edy, hujan yang turun beberapa hari terakhir menjadi penyelamat sehingga dampak kabut asap tidak begitu parah.
“Memang dampak yang kita rasakan kecil karena kita diselamatkan hujan. Sumatera Utara sedang sering hujan, kalau tidak kita bisa jadi penyumbang asap. Saya pernah meninjau langsung lokasi kebakaran hutan, hanya 10 menit saja tidak tahan, bayangkan betapa menderitanya warga yang merasakan berhari-hari,” ucapnya.
Untuk penanggulangan karhutla, Edy juga mengingatkan pentingnya kerjasama antara TNI, Polri dan pemerintah untuk memantau hotspot (titik api) di lapangan, serta senantiasa memedomani instruksi Presiden Nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian Kahutla dan Peraturan Perundang-Undangan terkait pengendalian Karhutla.
“Saya harap dengan rapat yang terbatas ini kita bisa mencegah meluasnya kebakaran hutan,” imbau Edy.
Gubernur yang juga Dansatgas Karhutla menegaskan kepada pihak berwajib agar segera mencari dan mendapatkan pelaku.
“Kepada polisi saya sudah minta untuk segera mencari dan mendapatkan para pelaku, kita akan lakukan tindakan tegas hingga pada pencabutan izin bila memang ada perusahaan yang lalai dan mengakibatkan karhutla,” tegas Edy.
Para pengusaha yang hadir juga diminta turut andil dalam menjaga hutan. “Saya tidak mau berburuk sangka, kepada pengusaha tolong bantu dan ikut jagalah hutan kita, saya tak mau menuduh, yang saya inginkan bapak-bapak berpartisipasi untuk mencegah ini karena kebanyakan kebakaran hutan terjadi di dekat usaha bapak,” ujar Edy. (red)












