Grebek Lokasi Pengoplosan Gas di Langkat, Ratusan Tabung Gas Diamankan

MEDANHEADLINES.COM, Langkat – Petugas kepolisian dari Polsek Sei Bingei bersama PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melakukan penggerebekan di 2 lokasi dikawasan pasar 3 gang netral Kuala Mencirim, Kecamatan Sei Binge, Kabupaten Langkat, Kamis (28/8) siang.

Dari lokasi itu, Polisi juga mengamankan 4 orang bersama barang bukti berupa ‎ratusan tabung gas kemasan 3 kilogram, 12 kilogram dan 50 kilogram.

“Disini ditemukan penyalahgunaan gas elpiji 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, kemudian dipindahkan ke gas elpiji kemasan 12 kg,” sebut ‎Kanit Reskrim Polsek Sei Binge, Ipda Darman.

Sebelum dilakukan penggerebekan, Darman mengungkapkan pihak melakukan pengintai selama 1 bulan untuk mengetahui persis aktivitas para pelaku melakukan pengoplosan gas yang merugikan negara itu. Selain mengamankan ratusan tabung gas elpiji, polisi juga menyita 3 unit mobil pick-up. Yang dijadikan untuk pendistribusian gas oplosan.

“Kegiatan yang dilakukan ini melanggar UU migas dan UU perlindungan konsumen, bisa ditindak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” sebut Darman.

Berdasarkan informasi warga sekitar lokasi itu, sudah beroperasi selama 6 bulan. Namun warga menyebut mereka cuma mengetahui sebagai tempat untuk jual-beli gas saja. Tidak mengetahui terjadi pengoplosan gas.

“Untuk ke arah sana Polsek yang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dan untuk wilayah Langkat, bahkan Sumut ini yang pertama sekali dilakukan,” ungkap Kepala Security (Kasek) MOR I, Rahman.

Sementara itu, ‎Unit Manager Communication Relations & CSR MOR I, Muhammad Roby Hervindo‎ mengungkapkan apresiasi apa dilakukan aparat kepolisian dengan melakukan penggerebekan tersebut.

“Ini berkat sinergi Pertamina dengan Polisi, memang penindakan yang bisa dilakukan oleh pihak kepolisian. Tentunya ini, juga kita sampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian,” ungkap Roby

Roby menjelaskan Pertamina tetap melakukan ‎upaya melakukan penindakan bersama polisi, yang melakukan pengoplosan sudah pasti merugikan negara. Hal ini, akan terus dilakukan bila temukan kasus yang sama.

“Kita tetap upayakan elpiji ini, tepat sasaran. Kita sesuai dengan aturan penyelewengan. Itu yang digrebek bukan pangkalan. Dalam penyeledikan pasokan dari mana, bahwa bila ada kong kali kong, akan tindak ‎bersama polisi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *