Ketum FJPI : Pemberitaan Harus Memperhatikan Perspektif Gender

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Beberapa jenis pemberitaan memerlukan lebih dari sekadar memenuhi etika tertulis yang ada. Hal Itu diungkapkan Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Uni Lubis saat menjadi pemateri di Pelatihan Tentang Isu – isu Gender dan Anak dalam Pemberitaan Bagi SDM Media di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Rabu (14/8).

Dikatakannya, Didalam pemberitaan juga harus menggunakan persepektif gender, memperhatikan aspek gender untuk membahas atau menganalisis isu-isu.

” Memasukkan berita tentang kejahatan asusila terhadap perempuan dan anak, peliputan konflik, peliputan bencana, peliputan kelompok marjinal/minoritas sebagai jenis peliputan, memerlukan perhatian khusus. Selain memperhatikan 11 Kode Etik yang ditetapkan, ditambahkan lagi empati. Karena empati, maka kita sebagai jurnalis akan lebih hati-hati, sudut pandang pemberitaan akan berbeda,” jelasnya.

Uni yang merupakan anggota perempuan pertama di Dewan Pers ini juga mengatakan, Media sering berteriak untuk kesetaraan gender. Namun di dalam manajemen sendiri masih belum persepektif gender.

” Jurnalis perempuan yang masih menjadi minoritas dalam redaksi, enggan terlibat dalam perdebatan yang substansial, Padahal mereka pintar. Karenanya diharapkan perempuan speak up (berbicara), supaya yang benar terungkap. Sehingga isi pemberitaan lebih persepektif gender,” Tegasnya.

Dia juga mengungkapkan, meski jumlah jurnalis perempuan di Indonesia sudah sampai 50%, namun perempuan masih masuk kelompok minoritas.

“Padahal tujuan media sebagai voising the voisless (menyuarakan yang tak bersuara). Karenanya jurnalis perempuan harus punya kepekaan terhadap persepektif gender ini,” Pungasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *