Gagal Mencuri, Pria Bertato Ini Kembali Masuk Bui

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan- Seakan tak ada kapoknya merasakan 10 bulan kurungan penjara di Lapas Anak Tanjung Gusta, atas kasus bongkar rumah pada 2015 silam, Eko Andriansyah Syahputra alias Eko kembali berurusan dengan pihak berwajib. Kali ini, ia ditangkap massa pada saat membawa kabur sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BK 6855 AGN, hasil curian, Minggu (12/8/2019) malam.

Akibat perbuatannya, remaja 19 tahun itu akan menjalani hukuman tujuh tahun penjara karena melanggar Pasal 363 KUHPidana.

Panit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Ipda Supriadi mengatakan, pemuda yang tinggal di Jalan Pasar V Gang Salak 58, Desa Tembung, Percut Sei Tuan, diamankan warga lantaran ketahuan mencuri sepeda motor milik Lily Sardiani Daulay (20) di depan warung tak jauh dari rumahnya di Jalan Besar Tembung Gang Balai Umum, Dusun IV Desa Tembung, Percut Sei Tuan.

“Kejadiannya sekira pukul 20.30 WIB. Saat itu, korban yang selesai Sholat Isya mendengar suara kendaraannya hidup,” kata Supriadi kepada Medanheadlines.com, Senin (12/8/2109 sore.

Korban yang curiga bergegas keluar rumah dan melihat pelaku sudah menggeser sepeda motornya. Spontan korban berteriak maling sehingga pelaku berhasil diamankan warga.

“Mendapat informasi, kita menuju TKP dan mengamankan pelaku, motor korban beserta satu kunci letter L yang digunakan untuk merusak kunci kontak motor korban,” jelas Supriadi.

Sementara pelaku mengaku awalnya dirinya sedang berada di rumah. Tiba-tiba temannya bernama Jihan datang dan mengajaknya keluar untuk jalan-jalan. Mereka menumpangi sepeda motor jenis matik.

“Tiba di lokasi, aku disuruh si Jihan itu untuk beli es tebu. Tak lama berselang dia menyuruh aku membawa kereta yang kondisinya sudah hidup,” ujar Eko kepada Medanheadlines.com.

Mendapat perintah dari temannya, Eko lalu membawa sepeda motor tersebut. Nahasnya, belum lagi jalan jauh, dia dikejar dan akhirnya berhasil ditangkap massa. Sedangkan temannya berhasil melarikan diri.

“Pas mau jalan aku ditangkap warga. Sempat juga aku dipukuli sebelum dibawa ke kantor polisi,” ucapnya.

“Tahun 2015 aku juga pernah ditangkap di sini, karena kasus bongkar rumah di Gang Pisang.10 bulan aku menjalani hukuman di Lapas Anak Tanjung Gusta, bang,” aku pemuda yang dadanya dipenuhi goresan tato bertuliskan Captain Hero (AFD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *