Capai 1.020 kilogram, Sapi Kurban Milik Jokowi Jadi Yang Terbesar di Mesjid Agung

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Hewan Kurban milik Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menjadi hewan yang terbesar akan disembelih di Mesjid Agung tahun ini.

Sebelumnya, Jokowi membeli satu ekor sapi seberat satu ton lebih itu dari peternakan milik Rustam warga Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.

Sapi jenis Brahman Peranakan Ongole (PO) rencananya akan disembelih di Masjid Agung selesai sholat Idul Adha 2019/1440 H, Minggu (11/8).

Menurut Kepala Keamanan Hewan Kurban di Mesjid Agung, Serda Nur Wahyudi mengatakan, sapi milik sang presiden itu dibawa menggunakan mobil colt diesel dan tiba di Masjid Agung pada Sabtu (10/8) sekira pukul 10.30 WIB.

Sampai di lokasi, sapi itu langsung dibawa masuk ke basement masjid untuk digabungkan dengan hewan kurban lainnya.

“Sapi Pak Jokowi termasuk paling besar yang akan disembelih di Masjid Agung, dengan total beratnya mencapai 1.020 kilogram,” kata Nur Wahyudi di basement masjid.

Sebelum diberangkatkan ke Masjid Agung, Sapi tersebut dilakukan uji pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan dan Peternakan setempat. Hasilnya, sapi yang di beli Joko Widodo dinyatakan sehat dan layak untuk dikurban. Tak cuma cek kesehatan itu, sapi itu juga dilengkapi dengan surat-suratnya.

“Dokter juga ikut pada saat mengantar tadi,” ujar Nur Wahyudi.

“Sapi ini dari pak Presiden Jokowi sendiri, tapi yang menyerahkan perwakilan dari Sekretaris Kepresidenan. Dan ini kali pertama di Masjid Agung,” tambahnya.

Selain Sapi milik Presiden, Rencananya hewan Kurban dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, H. Anif, Ketua panitia Dodi, Bank Sumut dan Kedinasan Pemprov Sumut juga akan disembelih di lokasi yang sama oleh tenaga ahli dari rumah potong hewan.

Nantinya, daging 39 sapi dan hewan kurban lainnya akan dibagikan keempat ribu lebih orang yang berhak menerimanya.

“Sapi dari pak gubernur beratnya sekitar 900 kilogram. Beliau setiap tahun berkurban, mulai menjabat Pangdam sampai sekarang ini,” jelas Babinsa Kelurahan Madras Hulu yang sejak 2015 menjadi kepala keamanan hewan kurban di Masjid Agung itu. (AFD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *