Jelang Wukuf di Arafah, Jemaah Calon Haji Lakukan Berbagai Persiapan

MEDANHEADLINES.COM, Sergai – Lebih kurang sepekan lagi memasuki hari wukuf di Arafah, jemaah calon haji mengikuti berbagai persiapan yang dilakukan  oleh masing-masing sektor Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIH). Hal itu dikemukakan Ketua Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Sergai Ir H Soekirman yang disampaikan kepada Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Drs H Akmal, M.Si melalui WhatsApp langsung dari Makkah, Arab Saudi, Senin (5/8).

“Hal ini diperlukan agar jemaah calon haji siap secara fisik dan mental. Baik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) maupun petugas haji sektor, melakukan kegiatan dengan mengadakan tatap muka dengan jemaah di maktab masing-masing”, ujarnya.

Diterangkannya, persiapan yang dilakukan seperti menggelar penyuluhan kesehatan. Dimana, tim kesehatan haji sektor 1 daerah Syisyah melakukan bimbingan agar kondisi para Jemaah calon haji tetap fit. “Jemaah diajak bergembira dengan role play peregangan otot, masing-masing secara berjajar memijat teman di depannya dan sebaliknya”, terang Soekirman.

 

Setelah selesai, lanjutnya, para jemaah dianjurkan selalu minum air yang disediakan. Para jemaah juga memakai penutup kepala, masker tutup mulut/hidung, payung dan kacamata gelap, serta alas kaki. Dianjurkan juga untuk minum oralit dicampur air kemasan yang tersedia. Kondisi tersebut utamanya pada saat Armuna (Arafah, Musdalifah dan Mina). “TPHD kloter 7 tetap melayani para jemàah sehari-hari di room 627 lantai 6 Hotel Rehab Al Mohabbah maktab 117. Setiap hari, ada 20-30 jemaah yang berobat ke posko Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) ini, papar Soekirman.

 

Lebih lanjut Soekirman menjelaskan, mengurangi jumlah jemaah yang sholat maupun umroh sunat ke Masjidil Haram, mulai  5 Agustus 2019 bus gratis tidak jalan melayani Jemaah calon haji. Bus baru akan beroperasi kembali pada 15 Agustus 2019.

 

Oleh sebab itu, kepada jemaah dianjurkan sholat fardu dan sunat di Masjid sekitar maktab yang semuanya berada di tanah Haram Makkah al Mukkaramah. “Hal ini untuk memberi kesempatan calon haji pada gelombang kedua yang baru datang, untuk melakukan tawaf ifadah dan sa’i, serta bagi yang sudah terlebih dahulu dianjurkan ibadah di tempat masing-masing, ujarnya.

 

Sedangkan mengenai pelaksanaan puasa sunat Djulhijah, lanjutnya, dianjurkan selama 7 hari sejak satu hingga tujuh Djulhijjah. “Besar sekali pahala melaksanakan puasa sunat ini. Hadist dan riwayat mencatat, puasa Djulhijjah hari pertama dikenal sebagai puasa Nabi Adam AS, hari kedua Nabi Yunus AS, ketiga Zakaria AS, keempat Isa AS, kelima kelahiran Nabi Musa AS, keenam Allah bukakan pintu kebaikan semua Nabi, hari ketujuh pintu neraka dikunci dan belum dibuka hingga 10 Djulhijjah,” pungkas Soekirman. (mer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *