Kasus Ayah Setubuhi Anak di Sidempuan, Satgas PPA Sumut: Pelaku Harus Dikebiri

 

MEDANHEADLINES.COM, Padang Sidempuan – Kasus seorang ayah yang tega mencabuli hingga menyetubuhi anaknya sejak kecil di Kecamatan Padang Sidempuan Utara, Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, mendapat perhatian banyak pihak. Terutama pemerhati anak.

Menurut pengurus Satuan Tugas (Satgas) Perindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sumatera Utara, Muslim Harahap mengatakan, pelaku bernama Tambat Martua Pulungan harus mendapat hukuman berat.

“Undang-Undang kita memungkinkan pelaku pencabulan terhadap anak dikebiri. Jadi, dia harus dikebiri itu,” kata Muslim ketika dikonfirmasi wartawan pada Kamis (1/8).

Muslim menerangkan, saat ini pemerintah telah melahirkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang pengesahan PP Nomor 1 tahun 2016 terkait dengan kejahatan seksual anak. Pada Pasal 81 dan 82 Beleid (kebijakan) itu, pelaku cabul terhadap anak diberikan hukuman pidana 20 tahun penjara. Pada aturan lain, hukuman bisa ditambah satu per tiga dari pidana pokok jika pelakunya adalah orang tua korban.

Dalam kebijakan tersebut juga memungkinkan pelaku untuk dikenai hukuman kebiri, yang dikenal dengan istilah pidana dengan tindakan. Hanya saja, sampai saat ini implementasi hukuman kebiri untuk pelaku kekerasan seksual terhadap anak belum jalan.

“Saya belum ada dengar ada pelaku yang dikebiri,” ungkap Muslim

Untuk itu, Muslim menyarankan pemerintah Kota Padangsidimpuan agar menggiring hukuman terhadap Tambat ke arah kebiri, supaya menimbulkan efek jera.

“Bagaimana cara giringnya. Ya, pemerintah di sana harus menggandeng advokad,” jelas Muslim lagi.

Lanjut Muslim, terkait kondisi NA (korban) dari perbuatan ayahnya tersebut, saat ini masih dalam penanganan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) setempat.

“Saat ini dia sedang menjalani trauma healing (penyembuhan trauma) atas kejadian keji yang menimpanya,” jelas Muslim.

Dalam upaya penyembuhan itu, sambung Muslim, Satgas P2TP2A akan berkoordinasi dengan psikolog yang nantinya akan membuat agenda rutin dan penanganan berkala untuk membebaskan anak itu dari trauma.

“Tentu hal ini diupayakan agar anak ini bisa tumbuh sehat secara psikis. Target utamanya itu. Agar traumanya hilang,” pungkas Muslim.

Sepertinya diberitakan sebelumnya, seorang ayah bernama Tambat Martua Pulungan yang tega mencabuli hingga menyetubuhi anaknya dari umur tujuh tahun berhasil diringkus polisi pada Selasa (30/7). Pelaku ditangkap setelah sepupu NA (korban), yang mendengar cerita NA langsung melapor ke polisi.

Mendapat laporan, polisi bergerak cepat memburu Tambat. Tepatnya sekira pukul 17.30 WIB, pelaku ditangkap polisi dari tempat kerjanya di Jalan Sudirman, Kecamatan Padang Sidempuan Utara.

“Tersangka ini sudah bercerai dengan istrinya sejak 2012 lalu,” kata Kapolres Padang Sidempuan AKBP Hilman Wijaya, Rabu (31/7).

Setelah diamankan, kemudian pelaku diboyong ke markas komando (Mako) untuk diproses lebih lanjut. Kepada polisi pelaku mengakui semua perbuatan yang dilakukannya kepada korban. Kini ia mendekam di sel tahanan Polres Padang Sidempuan untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya.

“Pelaku dikenakan pasal tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” jelas Hilman. (afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *