Punya Pasangan Bau Mulut? Lakukan Pendekatan Ini Untuk Membuatnya Sadar

Ilustrasi pasangan punya masalah bau mulut. (Shutterstock)

MEDANHEADLINES.COM – Bau mulut menjadi salah satu masalah besar yang memalukan dan tentu sangat menganggu bagi orang-orang di sekitar. Anda mungkin akan menahan diri untuk mengatakan bau mulut pada lawan bicara Anda, karena merasa tak enak. Tapi bagaimana jika bau mulut itu berasal dari pasangan Anda yang selalu Anda temui setiap hari? Apa yang harus Anda lakukan untuk menyampaikan masalah ini?

Eileen Duff, terapis pasangan dan anggota Direktori Konseling, mengatakan kepada Metro, Anda tentu tak boleh menggunakan kata yang bersifat ofensif untuk hal ini. Seperti mengatakan, “napasmu bau menjijikkan” atau “Aku tidak lagi bisa menahan napas”.

Faktanya, Anda tidak perlu menggambarkan bau mulut pasangan secara detail, kecuali jika mereka langsung meminta Anda melakukannya. Ini kata Duff sangat menyakitkan, dan Anda tidak akan mendapatkan reaksi yang baik dari cara ini.

“Ini masalah yang sensitif, saya akan berusaha sangat baik dan empatik untuk menghindari reaksi defensif sambil tetap jujur dan menyampaikan maksudnya,” kata dia.

Misalnya, lanjut Duff, alih-alih mengatakannya seperti serangan, cobalah menanyakan apakah mereka pernah mencium atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan pada napas mereka. Atau, jika Anda merasa perlu, sertakan solusi untuk masalah tersebut. Ada banyak alasan mengapa orang-orang memiliki bau mulut.

‘Saya akan menjadikan percakapan ini seringan mungkin dan menawarkan saran seperti minum lebih banyak air sepanjang hari atau menggunakan pasta gigi atau obat kumur yang berbeda,” saran dia.

Serta ingatlah, bahwa tidak semua orang menyadari bau mulut mereka. Karena itu, cara menyampaikan dengan konfrontasi bisa mengejutkan, jadi melangkahlah dengan lembut.

Senada dengan Duff, Nomin Bayaraa, salah satu pendiri aplikasi kencan Blixr juga mengatakan hal yang sama.

“Ketika berhadapan dengan kebiasaan higienis seseorang, Anda harus mendekati subjek dengan hati-hati,” kata Nomin dilansir dari Metro.

Bagi banyak orang, kata Nomin, mereka mungkin sepenuhnya tidak menyadari situasi dan bereaksi defensif jika berhadapan dengan hal memalukan tersebut.

“Namun, jika Anda merasa nyaman dengan pasangan Anda, seharusnya tidak ada salahnya mengatakannya secara langsung, mungkin menambahkan sedikit humor pada situasi tersebut,” tambah dia.

Dia melanjutkan, mereka pasti akan lebih suka mendengar hal tersebut dari Anda, daripada orang lain yang membicarakannya di belakang mereka.

Jajak pendapat kecil di Twitter mengungkapkan bahwa kebanyakan orang (75 persen) akan memberi tahu pacar mereka tentang bau mulut, sementara 9 persen lainnya takut untuk melakukannya. Sementara itu, 16 persen lebih suka menunggu dan melihat apakah itu membaik seiring waktu.

“Jika pendekatan ini bukan untuk Anda, ada banyak cara lain untuk memulai pembicaraan dengan menjadi peka terhadap situasi dan memberikan petunjuk halus,” kata Nomin.

Sarankan untuk menyikat gigi satu sama lain, makan permen atau mengunyah permen karet setiap saat. Anda juga dapat membeli obat kumur yang efektif yang juga akan Anda gunakan bersama, untuk mendorong mereka untuk mengikutinya. Jika hal-hal ini masih tidak membantu, mungkin ada masalah medis mendasar yang perlu ditangani.

“Mungkin Anda bisa mengajaknya bertemu dokter gigi. Dokter gigi akan dengan cepat memahami masalah yang menyebabkan bau mulut, beberapa diantaranya mungkin diperbaiki dengan beberapa perawatan medis sederhana,” tutup dia.

Jadi ada pendekatan khusus untuk memberi tahu pasangan yang memiliki masalah bau mulut. Hal itu tentu untuk keberlangsungan hubungan dan agar tidak menyakiti hatinya. (raj/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *