Beraksi di 17 lokasi, Nasib Dua Pelaku Curas Berakhir di Ujung Pistol

MEDANHEADLINES.COM, Medan- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan meringkus dua pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang sering beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Kedua pelaku Muhammad Rangga Nasution (20) dan Putra Mangku Prawira alias Mangku (22) diringkus polisi dari Jalan Durung, Kota Medan, pada Sabtu (13/7). Dari keduanya, polisi turut menyita sejumlah barang bukti satu unit sepeda motor dan beberapa unit telepon genggam.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, penangkapan kedua pelaku berawal dari viralnya rekaman CCTV aksi komplotan mereka saat beraksi di Jalan Sutrisno, Medan Area, pada 29 Januari 2019.

“Pimpinan begalnya bernama Syawaluddin Nasution (23), lebih dulu ditangkap oleh Polda Sumut. Berdasarkan keterangan Syawaluddin Nasution, kita berhasil meringkus kedua pelaku ini,” kata Dadang saat memaparkan kasus di Polrestabes Medan Jalan HM Saud, Medan Timur, Senin (15/7).

Usai pimpinan begal beserta penadahnya ditangkap Polda Sumut, komplotan ini sempat merubah modus kejahatannya, dari merampas kenderaan menjadi menjambret telepon genggam. Dari kedua pelaku, polisi mendapati beberapa kartu telpon. Polisi lalu menghubungi nomor kartu dan ternyata benar pemilik kartu adalah korban jambret kedua pelaku.

“Habis aksi begal di Jalan Sutrisno Medan, mereka mengganti aksi kejahatannya menjadi merampas telpon genggam para korbannya,” ungkap Dadang.

Berdasarkan pengembangan yang dilakukan polisi, sambung Dadang, kedua pelaku sudah melancarkan aksi di beberapa lokasi di wilayah hukum Polrestabes Medan. Berdasarkan hasil identifikasi polisi, komplotan pelaku berjumlah tujuh orang dan masih dalam pengejaran polisi.

“Hasil pengembangan kita, kedua pelaku ini sudah melancarkan aksi kejahatannya di 17 lokasi di Kota Medan,” ucap Dadang.

Polisi, lanjut Dadang, terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur ke arah kaki kedua pelaku. Hal itu dilakukan karena keduanya melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap.

“Karena membahayakan petugas dan tidak mengindahkan tembakan peringatan, kita akhirnya melumpuhkan keduanya. Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 365 ayat 1 dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” pungkas Dadang (AFD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *