Jadi Tuan Rumah, Taput Siap Sukseskan Konferda GmnI Sumut

Paulus gulo

MEDANHEADLINES.COM , Tapanuli Utara – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Sumatera Utara menjadwalkan pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) 22 hingga 25 Juli 2019 mendatang.

Pada acara konferda ini, Tapanuli Utara didapuk menjadi tuan rumah. Berbagai persiapan pun terus dilakukan oleh panitia untuk mensukseskan acara tersebut.

Paulus Gulo yang dihunjuk sebagai koordinator panitia mengaku bahwa Konferda kali ini mendapat dukungan yang positif dari berbagai pihak, terutama Pemkab Tapanuli Utara.

“Dukungan yang dimaksud ialah dengan memberikan bantuan anggaran dan dukungan yang lain,” kata Paulus dalam siaran pers kepada awak media, Jumat (12/7/).

Selain sebagai ajang regenerasi struktur di tubuh DPD Gmni Sumut, kata Paulus, Konferda juga akan dijadikan sebagai wadah mengkonsolidasikan organisasi ber-aliran nasionalis itu.

Beberapa konsolidasi tersebut, masih Paulus dapat dilihat dari empat aspek, yakni Konsolidasi Politik GMNI Se-Sumatera Utara, Konsolidasi Program dan Kaderisasi, Konsolidasi organisasi dan terjadinya proses regenerasi yang sehat.

 

“Regenerasi yang sehat akan menelurkan struktur yang sehat pula,” pungkas lulusan Fakultas Hukum Universitas Sisingamaraja Tapanuli Utara ini.

 

Paulus mengungkapkan, dalam iven dua tahunan ini berbagai kegiatan pun akan digelar di sejumlah lokasi, diantaranya Sopo Parttungkoan, Hotel Hara Ito dan Safari Hotel.

 

“Sementara gedung Pendopo akan digunakan sebagai tempat persidangan, berbagai persiapan akan terus dimatangkan,” imbuhnya.

 

Dikatakan Paulus, sebanyak 14 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) jug akan dilibatkan dalam konferda ini dengan syarat dan hak keorganisasian yang mengikat.

 

“Terdapat sebanyak 8 DPC defenitif dan 6 DPC berstatus karateker dan peninjauan ulang,” ujarnya.

 

Paulus mengungkapkan, dalam Konferda kali ini, GmnI tidak sebagai organisasi saja, tetapi diharapkan mampu berkontribusi terhadap rasa nasionalisme dan kebangsaan masyarakat di setiap lini.

“Caranya tentu kembali pada khittah dan arah juang organisasi, yakni mematangkan arah perjuangan organisasi GMNI berdasarkan Marhaenisme untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara,” tutupnya.(hen)

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *