Viral di Medsos, Pasien RSU FL Tobing Sibolga Dikabarkan Meninggal Setelah Obat di Suntikkan ke Selang Infus

MEDANHEADLINES.COM, Kota Sibolga – Pelayanan di Rumah Sakit Umum FL Tobing Sibolga menjadi perbincangan hangat netizen di dunia maya (fb). Pasalnya, warga Desa Sidikalang, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara meninggal dunia setelah mendapat suntikan ke selang pada Kamis (20/6).

Kematian pasien atas nama Gisen Pasaribu diposting pada akun Fb Romi Kebaya dressmaker. Dalam akun tersebut Gisen yang merupakan keponakannya meninggal usai menjalani operasi di RSU FL Tobing Sibolga.

“Dua hari setelah operasi sudah sehat, tapi setelah makan obat dan diberikan suntikan ke infus, Gisen (korban) langsung merasakan pusing dan kejang kejang selama 4 kali, dan kemudian menghembuskan nafas terakhirnya,” jelas Romi.

Dalam akun fb nya tersebut, Romi juga menjelaskan bahwa setelah mendapat suntikan ke selang infus keponakannya (Gisen), kaki korban pun membiru yang membuat ibu korban menangis histeris melihat kondisi tersebut.

“Perawatnya sombong-sombong, dua jam sebelum kejadian, ibu korban sempat memanggil-manggil perawatnya, tapi sangat sombong dan tidak mengacuhkan ibu korban,” jelasnya.

Postingan terkait kematian keponakannya yang diposting pada Jumat (21/6) itu mendapat tanggapan dari para netizen. Dalam postingan itu sedikitnya ada sebanyak 3.017 orang yang like dengan komentar 2.223 orang, serta dibagikan 1.396 orang.

Gisen Pasaribu yang tewas setelah mendapat suntikan oleh perawat di RSU FL Tobing Sibolga telah dimakamkan oleh pihak keluarga korban pada Minggu (23/6). Gisen sempat dirawat di RSU FL Tobing akibat mengalami penyakit Hernia.

Boru Marbun orang tua Gisen saat ditemui di rumah duka di Desa Sidikalang, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara meminta agar pihak rumah sakit dapat bertanggungjawab atas kematian anaknya.

“Macam apalah anak saya dibuat ini itu sudah macam suntik mati saya lihat seketika hanya satu menit langsung meninggal lah. Itu kan sudah tidak beres lagi,” katanya.

Dijelaskan ibu korban, anaknya dibawa ke RSU FL Tobing pada Selasa (18/6) karena dinyatakan mengidap penyakit Hernia. Oleh pihak rumah sakit, korban pun disarankan untuk menjalani puasa sebelum di operasi pada hari Rabu (19/6).

“Setelah operasi pada hari Rabu, masih sehatnya dia (gisen), masih makan, masih cerita-cerita sama ku,” kata mama korban, boru Marbun.

Dikatakan boru Marbun, hari Kamis (20/6) itu adalah pertemuan terakhir dengan anak pertamanya, Gisen Pasaribu. Anaknya dinyatakan meninggal setelah mendapat suntikan cairan ke selang infus anaknya dari perawat RSU FL Tobing Sibolga.

“Jadi datang salah seorang perawat ke kamar kami dan menyuntikan ke sambungan infus ke tangan anak saya, nggak ada satu menit setelah disuntik, keluar buih dari mulut anak saya dan langsung kejang-kejang,” kata mama Gisen.

Melihat kejadian itu, ia dan keluarga lainnya meminta agar perawat yang menyuntikkan ke selang anaknya harus diberikan sanksi. Ia juga berharap agar pihak rumah sakit bersikap profesional dalam menanggapi kematian anaknya itu.

“Kami dari pihak keluarga berharap agar pihak rumah sakit mau bertanggungjawab. Dan kami juga berharap pembenahan di rumah sakit juga harus di perketat agr tidak semena-mena kepada pasien supaya tidak ada lagi korban selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, lvino K Hakim selaku Humas RSUD FL Tobing Kota Sibolga mengaku belum dapat memberikan keterangan terkait meninggalnya pasien atas nama Gisen Pasaribu.

Gisen dinyatakan meninggal pada Kamis (20/6) setelah mendapat suntikan dari perawat RSU FL Tobing Sibolga. Sebelumya Gisen Pasaribu sempat mendapat perawatan di rumah sakit tersebut setelah menjalani operasi akibat mengalami penyakit hernia.

“Kita masih meneliti, memeriksa kembali apa penyebabnya,” jelas Elvino saat dikonfirmasi di RSUD FL Tobing Sibolga, Senin 24 Juni 2019.

Menurut Elvino, Gisen mengidap penyakit Hernia (turun berok). Penyakit itu diketahui pada Kamis 20 Juni 2019 lalu. PIhaknya juga mengaku telah melakukan pengobatan sesuai dengan SOP.

“Tempo hari dia operasi Hermia, masuk ke ruangan setelah itu diberi obat sesuai SOP. Tak berselang ntah hari kamis saya lupa dua hari masuk ruangan pas penyuntikan itu disitu aja, barang kali alergi obat, tapi obatnya sesuai SOP,” katanya.

Elvino menerangkan bahwa suntikan yang diberikan kepada Gisen sesuai dengan SOP, dia menduga bahwa kematian Gisen akibat alergi obat. Saat ini pihaknya juga masih melakukan Komite medik terkait tewasnya Gisen.

“Kondisi pasien setelah operasi bagus alhamdulilah sehat. Jenis obat suntikan injeksi antibiotik sesuai dengan SOP. Itu masih kita bicarakan lagi sama direktur kita, karena kita ada komite medik, barangkali kita menduga pasien alergi pas penyuntikan. Kita tak bisa pastikan,” bebernya.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *