Pembunuhan Karyawati Bank Mandiri Syariah, Keluarga Minta Polisi Ungkap Kasus Kematian Devi

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Kematian Santi Devi Malau meninggalkan duka mendalam bagi sahabat dan keluarga yang ditinggalkan. Pegawai Bank Syariah Mandiri ini ditemukan tewas di kamar kos dengan kondisi yang tak wajar.

Korban yang dikenal ramah ini diduga tewas dibunuh orang yang tak dikenal. Beberapa kerabat dan keluarga korban pun berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap motif kematian korban.

“Terkejut kami mendengar kabar ini ketika di hubungi tadi pagi. Dan sepengetahuan kami keponakan kami ini tidak ada masalah dengan orang lain,” kata paman korban, Dzul Tambunan, Jumat (14/6) malam.

Kematian Santi Devi memang meninggalkan sejuta tanda tanya bagi keluarga dan kerabat korban. Pihak keluarga pun yakin bahwa kepolisian yang menangani kasus tersebut mampu mengungkap kasus kematian Santi Devi.

“Kami yakin dan percaya bahwa pihak kepolisian mampu mengusut kematian keponakan saya hingga tuntas,” kata Dzul.

Dzul mengatakan, selain diduga menjadi korban pembunuhan, Devi juga diduga menjadi korban perampokan. Hal ini diungkapkan Dzul setelah pihak keluarga mengetahui bahwa satu unit telepon genggam milik korban tidak ditemukan.

“Mudah-mudahan iPhone korban hilang dapat dilacak pihak kepolisian, karena saya yakin sebelum korban ditemukan meninggal, pasti ada percakapan yang tinggal di WA maupun Instagram korban,” jelas Dzul.

Sebelumnya, Santi Devi Malau dikabarkan tewas dikamar kos-kosan di Lingkungan I Kelurahan Pandan, Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Dari hasil olah TKP oleh polisi, korban diduga mengalami kekerasan dari seseorang. Hal ini terungkap dari bekas cakaran dibagian wajah dan tangan korban.

“Dugaan sementara ada indikasi terjadi perkelahian antara laki-laki dan perempuan, karena ditemukan ada cakaran wajah dan tangan korban,” kata Kasat Reskrim Polres Tapteng, Dodi Nainggolan.

Saat ini jasad Costomer Service Bank Syariah Mandiri telah disemayamkan di rumah orangtua korban di Lingkungan ll Sibabangun, Kecamatan Sibabangun.

Jasad korban yang tiba sekira pukul 15.00 WIB ini pun disambut isak tangis keluarga dan kerabat korban yang telah menanti di rumah duka.

“Sempat dia (korban) meminta ibunya untuk menggosok baju yang akan dipakainya menghadiri pesta pernikahan temannya di Padang Sidempuan hari minggu lusa, hanya itu saja, nggak ada firasat buruk apapun,” kata ayah korban, Maslan Malau. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *