Dugaan Kasus Tangkap Lepas di Percut, Ayah Terduga Bantah Ada Berikan Uang ke Polisi

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto (kiri), Uslan Batubara bapak terduga Riki (tengah) dan Kanit Reskrim Iptu MK Daulay (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media di Polsek Percut Sei Tuan.

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Uslan Batubara ayah kandung dari RAB alias Riki yang sempat diamankan Polsek Percut Sei Tuan beberapa waktu lalu akhirnya angkat bicara. Bapak 50 tahun ini membantah ada memberikan uang kepada polisi untuk menjemput anaknya, seperti yang diberitakan di beberapa media cetak dan online beberapa hari lalu.

Kepada awak media, Uslan Batubara mengaku sangat kecewa kepada wartawan yang menuliskan bahwa anaknya adalah seorang bandar narkoba. Bahkan, ia berniat akan melaporkan oknum wartawan yang menuding anaknya sebagai bandar narkoba ke Polisi atas kasus pencemaran nama baik.

“Itulah yang saya sedihkan, masak anak saya dibilang bandar narkoba dalam isi pemberitaan itu. sementara anak saya itu sedang mendaftar menjadi polisi dan udah cek-up dia di Polda,”kata Uslan Batubara saat memberikan keterangan kepada awak Media di Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (12/6/2019).

Uslan menjelaskan, adapun kornologis penangkapan anaknya terjadi pada 26 Mei 2019 lalu. Waktu itu, personel Polsek Percut Sei Tuan melakukan penggerebekan di satu cakruk yang tak jauh dari tempat tinggalnya di kawasan Kampung Cendol, Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan.

Begitu melihat ada petugas, beberapa pemuda yang awalnya berkumpul di lokasi langsung melarikan diri. Merasa tidak bersalah, anaknya memilih untuk tetap bertahan di lokasi.

“Karena dia (anaknya) disitu, wajarlah selaku petugas mempertanyakan. Ketepatan ada barang yang dicurigai berupa plastik klip kosong ditemukan di lokasi, makanya dia dibawa,” jelas Uslan.

Selanjutnya anaknya dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan untuk dimintai keterangan. Setelah diperiksa selama 1×24 jam dan tidak terbukti bersalah. Uslan dihubungi untuk menjemput anaknya di Polsek Percut Sei Tuan.

“Jadi tidak ada saya memberikan uang kepada polisi untuk membawa anak saya pulang seperti yang diberitakan tersebut. Sekali lagi saya sangat keberatan dan merasa dirugikan atas pemberitaan itu,” tegas Uslan sembari mengatakan harusnya wartawan itu memberikan informasi yang akurat kepada publik.

Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto mengatakan bahwa penanganan terhadap RAB alias Riki sudah melalui prosedur yang tepat. Dia juga menyebutkan tidak ada kewenangan polisi menahan orang yang terbukti tidak bersalah.

“Makanya, setelah diperiksa dan terbukti tidak bersalah, pada Senin 27 Juni 2019 sekira pukul 16.00 WIB, Riki kita serahkan atau kembalikan kepada pihak keluarga tanpa ada memberikan mahar atau uang apapun,” jelas Subroto.

“Jadi berita yang mengatakan Polsek Percut Sei Tuan ada menerima mahar atau uang Rp30 juta itu tidak benar. Di sini kita klarifikasi agar yang lain tau,” tegas mantan Kasubbag Humas Polrestabes Medan ini. (afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *