Boydo : Saya Diculik Karena Membongkar Kecurangan Seorang Caleg.

Anggota DPRD Medan Boydo HK Panjaitan

MEDANHEADLINES.COM, Medan- Anggota DPRD Kota Medan Boydo HK Panjaitan akhirnya angkat bicara terkait peristiwa penculikan dan penganiayaan terhadap dirinya tiga hari lalu.

Perlakuan itu ia alami usai rekapitulasi suara tingkat Kota Medan di Hotel Grand Inna Jalan Hotel Grand Inna di Jalan Balai Kota Nomor 2, Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (10/5) kemarin.

Kepada wartawan, Boydo mengaku diculik lantaran membongkar kecurangan seorang caleg pada rapat pleno KPU Medan. Sayangnya, ia belum mau menceritakan secara rinci terkait kecurangan yang dibongkarnya.

“Saya menjalankan tugas saya sebagai saksi di KPU. Ya, saya membuat terang benderang (membongkar) Kecurangan itu, karena itulah saya disasar. Berarti benar, ada suatu hal yang dimanipulasi, logikanya seperti itu,” ujar Boydo , Senin (13/5).

Boydo menceritakan, begitu rapat pleno selesai. Ia berniat pulang, begitu keluar gedung tiba-tiba dirinya dijegat oleh salah satu caleg yang diduga merasa dirugikan atas kesaksianya

“Saya dipaksa masuk ke mobil merah. Saya sudah serakan laporan itu di BAP polisi dan saya mendengar dari pihak kepolisian sudah menangkapnya,” kata Boydo.

Setelah masuk, sambung Boydo, ternyata di dalam mobil sudah ada empat orang. Di situ ia diintimidasi dan dianiaya (dipukul) oleh pelaku.

“Saya dipukul tepat dibagian rusuk salah satu dari mereka,” kata Boydo lagi.

Setelah itu, mobil tersebut membawa Boydo, tak berapa lama berhenti di sebuah lahan kosong dan ia kembali dianiaya. Selanjutnya Boydo dikeluarkan dari dalam mobil, lalu ia dipukul oleh si caleg dan kemudian diikuti para pelaku yang jumlahnya lebih banyak lagi. Karena si caleg ternyata memanggil teman temanya yang lain ke tempat itu.

“Di situ saya dipukul dibagian pipi kening, di bagian belakang kepala ada hampir 4 kali,” beber Boydo.

Setelah puas memukulinya, Boydo kemudian dibebaskan. Tapi sekali lagi Boydo tidak mau menceritakan secara jelas proses pembebasan dirinya. Dia hanya menyebut hal itu merupakan keajiban yang diberikan tuhan kepadanya.

“Tuhanlah yang bekerja, saat itu telepon genggam saya sudah diambil. Di situ saya sudah banyak berdoa, saya sempat di bawa keluar dari tempat itu. Lalu ada keluarga yang menelpon ke telpon genggam saya. Lalu saya dikembalikam ke tempat itu dan akhirnya kita dijemput,” ungkap Boydo.

Sebelumya Kapolda Sumut, Irjen Pol Andrianto saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penganiayaan dan polisi berhasil mengamankan satu dari para pelaku yang menculik dan menganiaya Boydo.

“Ada satu sudah kita amankan. Saat ini lagi kita dalami motifnya. Saya yakin nggak ada masalah soal suara,” ujar Agus.

Namun, Agus belum mau membeberkan siapa yang melakukan aksi tersebut. Akan tetapi, Agus menegaskan berdasarkan laporan yang diterima pihaknya masalah ini berkaitan dengan internal partai.

“Khusus kasus yang dilaporkan oleh Boydo, murni soal sengketa pemilihan umum di internal mereka,” pungkas jendral bintang dua itu (Afd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *