Wakil Vice Presiden Grab Indonesia, Pandu Budiarso mengatakan, Grab mensosialisasikan serta memberikan edukasi bagaimana dampak stanting serta pencegahan terhadap stunting.
“Kami hadir di sini, karena Grab peduli dengan Sumut. Perusahaan start up yang pertama mencapai valuasi di atas Rp 148 triluin hingga akhir tahun lalu. Kami berkewajiban memberikan kontribusi pada Indonesia, karena Grab sudah hadir di 225 kota dan kabupaten di Indonesia. Khusus untuk Sumut, kami menunjuk tim yang merupakan andalan kami. Kami berikan kontribusi melalui banyak hal, termasuk kesehatan,”ujarnya di Tiara Convention Hall Medan, Sabtu (27/4/2019).

Dikatakannya, gerakan ini bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam mencegah stunting dengam cara-cara baru yang kreatif. Hal itu dilakukan melalui video yang akan ditampilkan dalam fitur tambahan dari aplikasi.
Sehingga, anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, disertai emosi, sosial, dan kemampuan fisik yang siap belajar dan mampu berinovasi dan bersaing di tingkat global.
“Kami ingin program pencegahan stunting ini menjadi pionir. Tantangan kami memberikan penyebaran kepentingan pendapatan, kami juga berfokus memberikan kontribusi dari sisi lain. Kami percaya, kami bisa melibatkan generasi muda, jadi progam kami lebih cepat mengena pada generasi muda,”katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provsu, Nawal Lubis melalui Reza Fahlevi Lubis, Wakil Sekretaris TP PKK Provsu mengatakan, Fight Against Stunting adalah gerakan yang meningkatkan kesadaran publik dan kepedulian terhadap masalah stunting.
“Kenali, tujuannya agar publik mengetahui itu stunting. Pahami, agar masyarakat mengetahui apa pengaruhnya dan penyebab stunting. Cegah, mulai menjalani hidup yang sehat, lakukan hal-hal positif yang menjauhkan ibu dan bayi dari bahaya stunting. Serta terakhir, Obati, tingkatkan asupan gizi, energi, protein, stimulasi dan terapkan hidup sehat pada anak-anak,”pungkasnya. (raj)











