Mantan Suami Bacok 3 Keluarga Istrinya

Rumah keluarga Korban

MEDANHEADLINES.COM,Medan – Situasi tenang di jalan pancing Gang Hawa, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung mendadak heboh karena seorang pria bernama Syahrul Ahmad alias Alul (47) datang kerumah keluarga mantan isterinya dan membacok 3 anggota penghuni rumah tersebut

Keluarga korban, Indra Gunawan (29) mengatakan, ketiga korban pembacokan yakni, saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah Sakit Umum Haji Medan.

“Ketiga korban itu adalah keluarga saya. Satu ibu saya Ngatemi (65), dan adik saya yaitu Paramita Susanti (26) dan Riki Prapanca (24),” kata  keluarga korban Indra ketika diwawancarai awak media di Polsek Percut Seituan, Sabtu (23/3/2019)

Indra menjelaskan, peristiwa terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Siang itu ia dan ketiga korban sedang berada di dalam rumah. Pelaku datang dengan menenteng parang dan menyandang tas ransel. Di dalam rumah pelaku langsung menyerang seluruh anggota keluarga dengan membabi buta.

“Begitu masuk pelaku mengejar kami semua. Ibu dan dua adik saya itu menjadi korban. Saya berhasil kabur dan meminta pertolongan warga,” ujarnya.

Begitu warga berdatangan, sambung Indra, pelaku berusaha melarikan diri, namun warga berhasil menangkapnya tak jauh dari rumah korban. Warga kemudian menghajarnya sebelum diserahkan ke polisi, sementara ketiga korban di bawa keluarga lainnya ke rumah Sakit Umum Haji Medan, untuk mendapat pertolongan medis.

“Akibat bacokan pelaku, ibu saya mengalami luka di leher, tangan serta paha. Adik saya Riki Prapanca mengalami luka di tangan kanan dan kaki, sedangkan Paramita Susanti mengalami luka di tangan,” jelasnya.

“Selain parang yang ditentengnya, dari dalam tas ransel yang dibawa pelaku ditemukan dua bilah pisau, sat palu, tang, dan obeng,” bebernya.

Sementara itu, Dina (36) yang merupakan mantan istri pelaku menambahkan, sebelum pelaku masuk membacoki adik mamaknya (uwak) dan dua sepupunya itu, ia sudah melihat pelaku di depan rumah. Begitu melihatnya Dina langsung melarikan diri.

“Kalau tadi saya gak melarikan diri, saya lah yang dibunuhnya. Empat tahun saya berumah tangga sama pelaku, tapi dua tahun lalu kami berpisah. Dan saya sudah menikah lagi,” ujar Dina.

Ketika disinggung motif pelaku menyerang keluarganya karena cemburu, Dia belum berani memastikan. Namun, Dina mengatakan, pada hari Rabu (20/3/2019) pelaku datang ke rumah tapi tidak bertemu dengannya.

“kata keluarga, Rabu itu, pelaku ke rumah mencari saya dengan membawa peralatan yang sama dengan tadi. Karena tidak jumpa dengan saya, pelaku masuk ke kamar saya dan menghancurkan lemari saya dengan parang,” kata Dina.

“Selesai dari kamar, pelaku menjumpai keluarga dan menunjukkan dua buah senjata tajam. Dia mengatakan, pisau ini untuk Dina dan parang ini untuk suami Dina,” ucap Dina menirukan perkataan pelaku yang disampaikan kepada keluarganya.

Dalam keadaan lemas terduduk di bangku samping ruangan Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Percut Seituan, Dina berulang kali menanyakan bagaimana keadaan keluarganya di rumah sakit kepada setiap sepupu yang datang menjumpainya.

“Kek mana keadaan uwak, Mita dan Riki. Ya Allah kenapa jadi begini, padahal si Riki bulan empat ini akan menikah, kek mana lah itu,” ratap Dina dihadapan awak media.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Percut Seituan. Awak media yang datang ke Polsek Percut Seituan untuk mengkonfirmasi kejadian tidak ada menjumpai pejabat yang berwenang untuk memberikan keterangan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.