Sepak Terjang Spesialis Curanmor Asal Delitua Berakhir di Penjara

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Syahril alias Aril kali ini ketiban sial. Pasalnya, aksi pencurian kereta (sepeda motor) yang dilakukan pria 49 tahun ini pada Selasa (26/2/2019) siang, tak berjalan dengan mulus.

Aksi warga Jalan Pahlawan, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, itu diketahui Indra Gunawan (34) pemilik kreta yang hendak dicurinya. Beruntung personel Polsek Medan Area yang sedang berpatroli di sekitar lokasi cepat mengamankan Syahril dari kerumunan massa. Guna mengantisipasi amarah massa, pelaku spesialis pencurian kenderaan bermotor (Curanmor) ini digelendang ke Mapolsek Medan Area untuk diproses hukum selanjutnya.

Kanit Reskrim Iptu ALP Tambunan menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya sekira pukul 14.00 WIB. Usai mengincar kreta Yamaha Vega warna merah BK 4776 ABY, milik warga Jalan Rahmadsyah Gang Waspada, Kota Matsum I, Medan Area, yang di parkir di samping warung baksonya di Jalan Halat, Medan. Pelaku mendekat dan berpura-pura duduk di kereta itu.

Sialnya, sambung Tambunan, sewaktu kunci kontak kreta itu dibongkar, korban melihatnya. Spontan ia langsung meneriaki pelaku maling…maling…maling. Di situlah personel Reskrim yang sedang berpatroli ikut mengejar dan berhasil mengamankan pelaku.

“Sewaktu digeledah personel mendapati satu set kunci letter T dari tangan pelaku. Dan setelah di interogasi dia mengaku sudah beberapa kali melakukan hal serupa,” kata Tambunan kepada medanheadlines.com, Selasa (26/2/2019) petang.

Tambunan menambahkan, Syahril mengaku beraksi bersama rekannya bernama Junaidi (24). Namun warga Jalan Helvetia itu berhasil melarikan diri. Sebelum tertangkap, awal Januari 2019, Syahril mencuri kreta Mio Sporty warna Hijau BK 6627 ABI, dari Pajak Sei Sikambing, Medan Helvetia.

Kemudian, pada Senin (18/2/2019) pagi, mereka menggasak Mio Sporty warna hitam dari Bank BRI Jalan Sisingamangaraja dekat Hotel Grand Antares, dan kreta itu telah dijual kepada Junaidi alias Edi warga Jalan Karya III Gang Bersama, Kapten Sumarsono Helvetia.

“Untuk barang bukti yang dicuri pelaku pada awal Januari 2019 berhasil kita amankan dari parkiran Pajak Bakti, Medan. Modus pelaku sebelum mencuri ia datang ke parkiran pajak dengan mengendarai kreta. Setelah berhasil membawa hasil curian, ia kembali lagi ke parkiran pajak untuk menjemput keretanya,” pungkasnya (afd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *