Hilangkan Trauma Dan Beri Perlindungan, Dinsos Tapteng Dan Kemensos Kunjungi Balita Korban Pencabulan

MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – Menanggapi kekerasan seksual terhadap balita usia 18 bulan yang terjadi di Lingkungan Pagar Batu, Kecamatan Pinang Sori, Dinas Sosial Tapteng melalui Satuan Bakti Pekerja Sosial melakukan kunjungan ke rumah orang tua korban, Selasa (28/01/2019).

“Iya benar. Mereka adalah Pekerja Sosial (Peksos) yang dibentuk oleh Kementerian Sosial RI dalam merespon berbagai kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia,” jelas Kadis Sosial, Parulian Sojuangon saat dikonfirmasi melalui selularnya.

Parulian menjelaskan, petugas Peksos ini bertugas mendukung mensejahterakan kehidupan anak yang mengalami kekerasan, ketelantaran, kecacatan, ataupun yang membutuhkan perlindungan khusus agar terpenuhi kebutuhan hidupnya baik secara moral maupun sosial.

“Ini salah satu upaya pemerintah untuk menghindari anak yang menjadi korban kekerasan seksual, korban kekerasan fisik dan psikis, korban sodomi, dan pelecehan seksual dibiarkan dan dibuang orang tuanya,” jelasnya.

Parulian menambahkan, dalam melatih psikis korban, Dinas Sosial Tapteng juga akan melibatkan dokter spesialis anak untuk menghilangkan rasa trauma dari korban yang mengalami kekerasan seksual.

“Kita akan terus dampingi korban dan juga orangtuanya untuk memperoleh hukum, kesehatan dan pendidikan bagi korban,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu anggota Peksos, Nurhalimah Sarumpaet (34) mengaku sangat menyayangkan kejadian yang menimpa balita berusia 18 bulan. Sebagai petugas yang diutus oleh kemensos, pihaknya juga siap untuk mendampingi korban dalam memperoleh hukum yang adil.

“Ini perintah langsung dari kemensos untuk mendampingi proses hukum kasus ini hingga selesai,” jelas Nurhalimah.

Nurhalimah menjelaskan bahwa sejauh ini kasus pencabulan yang terjadi pada anak-anak itu sering dilakukan oleh orang-orang dekat dan kenal korban.

Namun untuk menindaklanjutinya, masih Nurhalimah, pihaknya merasa kesulitan dikarenakan minimnya informasi dari masyarakat ataupun laporan kepada pihak yang berwajib tentang tindak kekerasan maupun pelecehan terhadap anak.

“Kita sengaja datang kemari karena ingin mengetahui lebih detail lokasi, kronologis dan tentang keluarga dari korban tindakan asusila ini,” jelas Nurhalimah.

Dia menambahkan, dengan kejadian ini pihaknya sangat berharap agar orangtua tetap selalu memberikan pengawasan yang baik terhadap anak yang dibawah umur. Karena menurutnya, anak dibawah umur ini sangat rentan dengan tindakan asusila

“Kadang karena faktor kondisi ekonomi yang mendesak, suami atau istri sama-sama sibuk dengan pekerjaannya, sehingga pengawasan terhadap anak pun jadi berkurang,” jelasnya.

Seperti berita sebelumnya, H (18) salah seorang warga Pagar Batu, Lingkungan Pinang Sori, Kecamatan Pinangsori ditangkap warga karena diduga melakukan pencabulan terhadap balita berusia 18 bulan saat kedua orangtua korban bekerja di ladang.

Sementara itu, Kasatreskrim Tapteng, AKP Dodi Nainggolan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut dan telah mengamankan pelaku untuk melakukan pemeriksaan.

“Iya benar, ini sudah dalam pemeriksaan dulu, nanti dikabari lagi ya,” kata AKP Dodi.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.