Miliki Bank Data 3C, Polisi Kini Bisa Identifikasi kendaraan Yang Terlibat Tindak Pidana

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira saat berdiskusi dengan Wartawan Unit Polrestabes Medan, Senin (28/1) di Ruang Media Center Polrestabes Medan.

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polrestabes Medan kini telah memiliki Bank Data Kasus 3C (Curat, Curas dan Curanmor). Dengan adanya data ini maka polisi kini dapat dengan cepat mengidentifikasi sebuah kendaraan apakah terlibat tindak pidana atau tidak.

“Saat ini kita juga sudah memiliki Bank Data Kasus 3C yang aplikasinya sudah kita gunakan khususnya untuk para Kanit dan Panit. Dan aplikasi ini memang hanya jadi konsumsi internal Tim Pegasus,”ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira , Senin (28/1) di Ruang Media Center Polrestabes Medan.

Dijelaskannya, Bank data ini nantinya akan memudahkan Tim Pegasus saat melakukan cek di lapangan. Dengan memasukkan nomor rangka atau nomor mesin ke aplikasi ini, nantinya akan muncul notifikasi apakah kendaraan tersebut pernah digunakan untuk melakukan tindak kejahatan atau tidak.

“Kalau kendaraan tersebut memang pernah terlibat/digunakan untuk melakukan kejahatan akan muncul notifikasi nomor Laporan Polisi (LP). Kalau kasusnya sudah terungkap nama tersangka dan berapa kali tersangka terlibat tindak kriminal juga akan muncul,”urainya.

Kasat juga menyampaikan, biasanya, angka tindak kriminal akan meningkat saat menjelang hari-hari besar keagamaan seperti saat Idulfitri, Natal dan Tahun Baru serta Imlek.

“Para pelaku kejahatan punya agenda penting dalam melakukan aksi kejahatan. Biasanya mereka akan beraksi saat-saat jelang perayaan hari besar keagamaan seperti Idulfitri, Natal dan Tahun Baru serta Imlek. Saat-saat tersebutlah Tim Pegasus akan meningkatkan intensitas hunting,”katanya.

Meski tren kejahatan saat ini cenderung menurun, Namun Kasat memastikan Tim Pegasus akan meningkatkan kapasitas kerjanya terlebih saat ini sedang memasuki tahun politik

“Di sinilah Tim Pegasus bergerak melakukan hunting untuk memotong niat para pelaku,”sebutnya.

Dalam diskusi itu, Kasat juga akan mendorong masyarakat melalui stake holder lainnya agar mau melakukan pemasangan CCTV. Pihaknya mendukung sepenuhnya Kota Medan menjadi kota sejuta CCTV.

“Dari sekian banyak CCTV yang ada pasti ada yang merekam ciri-ciri pelaku kejahatan. Jadi, CCTV ini sangat penting dan perlu sekali untuk membantu petugas dalam mengungkap kasus kejahatan,”katanya.

Kasat Reskrim juga mengimbau kepada para pelaku kejahatan agar mengurungkan niatnya. Karena kalau tidak, Tim Pegasus tak segan memberi tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku kejahatan.

“Pesan untuk pelaku tindak kriminal jangan coba-coba bermain di Medan. Kalau bermain di Medan akan berhadapan dengan Tim Pegasus. Kita akan berikan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku tindak kriminalitas,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *