Dua Pelaku Penipuan Bermodus “Calo Polwan” diringkus Polisi

Pelaku Penipuan yang berhasil diringkus Polsek Percut Seituan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kepolisian Sektor Percut Sei Tuan berhasil meringkus dua pelaku penipuan dan penggelapan, Senin (17/12/2018). Keduanya yakni, Aswan (48) dan Rusmini Supriadi alias Naumi (42).

Penangkapan keduanya berdasarkan laporan dari Wagiman Buang, yang tertuang dalam No LP/1230/K/VI/2018 Tgl 21 Juni 2018. Dalam laporannya, korban mengaku telah ditipu kedua pelaku dengan modus bisa memuluskan anaknya Selvi Setiawati, untuk menjadi polisi wanita (Polwan).

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri SH. S.I.K., menerangkan, awalnya pelaku Aswan yang merupakan warga Jalan Pemuda Pancasila, Dusun 24 Pondok Danar, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, mengajak korban bersama anaknya bertemu dengan pelaku Rusmini Supriadi alias Naumi, pada tanggal 15 November 2017 lalu.

Di situ, Rusmini Supriadi alias Naumi yang berdomisili di Jalan Bungur nomor 38/RT4/RW 5, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ini mengaku bisa mengurus anak korban untuk masuk Polwan.

“Dipertemuan itu, korban diminta menyerahkan fotokopi KTP, KK, dan pas photo anaknya. Merasa yakin dengan gelagad pelaku, korban kemudian memberikan uang tunai sebesar Rp10 juta rupiah yang diminta pelaku untuk dana awal pengurusan,” kata Faidil kepada wartawan, Kamis (20/12/2018).

Dari pertemuan pertama, korban dan kedua pelaku tidak bertemu lagi. Komunikasi korban dan pelaku berlanjut di Februari 2018, pelaku Rusmini Supriadi alias Naumi, meminta korban dan anaknya datang ke Polda Sumut dengan alasan untuk mengukur tinggi badan dan disitu pelaku meminta uang Rp5 juta kepada korban.

Sambung Faidil, pertemuan selanjutnya pada Maret 2018, korban dan anaknya disuruh pelaku kembali ke Polda Sumut dengan alasan mau dibawa menemui Bapak Kapolda. Disitu pelaku kembali meminta uang Rp25 juta kepada korban, dan dua kali pertemuan tersebut pelaku Aswan mendampingi pelaku Rusmini Supriadi alias Naumi.

“Masih di bulan yang sama, pelaku Aswan membawa anak korban ke Mabes Polri atas perintah pelaku Rusmini Supriadi alias Naumi alasannya mau bertemu Jendral Polisi. Tapi, dua kali ke sana tidak ada membicarakan tentang urusan masuk polisi, namun hanya berfoto saja,” ujar Faidil.

Puncaknya, lanjut Faidil, pada saat pembukaan pendaftaran polwan, pelaku Aswan mendampingi anak korban untuk mendaftar. Akan tetapi, pada saat pengukuran tinggi badan anak korban tidak lulus dan tidak bisa mendaftarkan diri. Selanjutnya korban meminta uang yang telah diberikan untuk dikembalikan pelaku.

“19 April 2018 korban bertemu dengan pelaku Aswan dan Rusmini Supriadi alias Naumi di penginapan Jalan Iskandar Muda, namun uangnya tidak bisa dikembalikan keduanya. Merasa takut keduanya lari, lalu korban membuat surat perjanjian bermaterai 6000 dimana pelaku Rusmini Supriadi alias Naumi mengembalikan uang Rp.179 juta yang sudah diberi korban dengan cara menyicil. Rinciannya pada Juni 2018 pelaku harus mengembalikan sebesar Rp100 juta dan pelunasan sisanya di Agustus. Tapi sampai waktu yang disepakati pelaku tidak mampu mengembalikan uang korban,” ungkap Faidil.

Merasa telah ditipu dan uangnya telah digelapkan kedua pelaku, korban kemudian mendatangi Polsek Percut Sei Tuan membuat laporan pengaduan.

“Berdasarkan laporan korban kita melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku. TKP pertama pemberian uang itu di Jalan Komplek TVRI, Desa  Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan. Atas perbuatannya keduanya disangkakan dengan Pasal 378 yo 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun hukum penjara,” jelas Faidil. (afd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *