Tahun 2019, PLN Sumut Akan Perluas Pendirian Fasilitas SPLU

Stasiun Pengisian Listrik untuk Umum (SPLU) (ist)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – PLN Sumut bersiap menambah fasilitas Stasiun Pengisian Listrik Untuk Umum (SPLU) di wilayah kerjanya mengingat penggunaan peralatan elektronik yang meningkat di masyarakat dan perkembangan Teknologi Mobil listrik di masa depan

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, Feby Joko Priharto mengungkapkan, pihaknya akan menambah fasilitas Stasiun Pengisian Listrik untuk Umum (SPLU), pada tahun depan.

“Kami siapkan untuk menghadapi era kendaraan listrik. Selain itu, juga dapat digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari,” katanya, Kamis (20/12).

Sejauh ini PLN Sumut sudah membangun 14 SPLU yang tersebar di sejumlah daerah, seperti Medan, Binjai, Langkat dan Lubuk Pakam. Meski belum mau merinci jumlah dan lokasinya, tetapi dia memastikan bahwa pada 2019 pihaknya akan membangun lagi SPLU di berbagai daerah lain.

Sama seperti SPLU yang sudah dibangun, fasilitas-fasilitas baru itu nantinya juga akan dioperasikan di lokasi-lokasi tertentu, terutama pusat keramaian, dan dalam penggunaannya diterapkan sistem curah.

Sistem curah merupakan pengadaan listrik yang difasilitasi oleh pihak ketiga yang membeli listrik dari PLN, kemudian dijual kembali kepada konsumen.

Feby memaparkan, seiring makin tingginya animo masyarakat menggunakan peralatan listrik, termasuk kendaraan elektrik, SPLU akan terus ditambah sesuai kebutuhan. Apalagi penggunaan kendaraan listrik akan menjadi sesuatu yang tidak dapat ditolak dalam perkembangan zaman.

Kendati memang diakuinya bahwa hingga kini pengisian listrik untuk peralatan-peralatan elektronik berdurasi 6-8 jam, masih lebih banyak dilakukan di rumah, bukan di tempat-tempat umum.

Lebih jauh dikatakan, selama ini PLN tidak menemui hambatan dalam pembangunan dan pengoperasian SPLU. Terlebih, pendirian fasilitas ini relatif tidak membutuhkan investasi besar, hanya menghabiskan biaya Rp12-14 juta per satu unit SPLU dengan empat stopkontak.

Dalam pembangunan SPLU, PLN masih bersandar pada ketentuan yang mengatur bahwa perusahaan tersebut berkewajiban memberikan pelayanan energi listrik. “Pendirian SPLU merupakan bagian dari pelayanan PLN kepada masyarakat,” ujarnya.

Pendirian SPLU juga menggunakan penilaian PLN sendiri, sesuai dengan spesifikasi teknis standar perusahaan. Mengingat sampai saat ini belum ada regulasi teknis yang mengatur pendirian SPLU, seperti mengenai standarisasi fasilitas, lokasi dan sebagainya.

Lebih dari itu, guna mendorong percepatan perkembangan penggunaan kendaraan elektrik, PLN juga sudah bekerjasama dengan Universitas HKBP Nommensen terkait dengan kajian pengoperasian becak motor listrik.(cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *