Praktisi Intelijen : Kemarahan Anggota TNI Atas Pengeroyokan Bukan Sekadar Jiwa Korsa, Tapi

MEDANHEADLINES.COM, Jakarta – Pengeroyokan yang dilakukan segerombolan tukang parkir terhadap anggota TNI yang berbaju dinas di Ciracas Jakarta Timur, menimbulkan kemarahan para prajurit TNI.

Praktisi Intelijen Kolonel (Purn) Fauka Noor Farid mengatakan, kemarahan yang terjadi tidak sekadar jiwa korsa, akan tetapi lebih kepada membela simbol yang menjadi kebanggaan setiap prajurit TNI.

“Simbol yang menjadi kebanggaan setiap prajurit TNI dari tingkat tamtama sampai perwira tinggi, ya itu baju loreng. Akan berbeda kalau saat itu prajurit yang dianiaya menggunakan pakaian preman,”katanya saat berbincang dengan medanheadlines.com, Kamis (13/12/2018).

Disampaikan Mantan Anggota Tim Mawar ini, dengan pakaian seragam TNI, para prajurit telah berjuang mempertahankan harga diri bangsa. Dengan pakaian itu juga, para prajurit telah berjuang di daerah konflik, seperti Aceh, Papua, Timor-timor dan beberapa daerah lainnya.

Fauka memaparkan, tidak mudah bagi para prajurit untuk bisa memakai pakaian loreng yang menjadi kebanggaan setiap prajurit.

“Untuk bisa memakai pakaian itu, nyawa taruhannya karena harus menjalani latihan yang cukup keras. Dengan pengorbanan merekalah NKRI terjaga,  manakala ada seseorang yang sudah jelas-jelas melecehkan baju kebanggaan mereka,  jiwa patriot mereka bangkit untuk membela dan bagi mereka mungkin hukuman urusan belakang, karena mungkin mereka berpikir kalau tidak dilakukan, maka ke depan akan banyak lagi oknum yang akan melecehkan TNI,”jelasnya.

Meskipun masalah itu sudah diselesaikan dengan kekeluargaan, lanjut Fauka, wajar para prajurit menuntut keadilan terhadap kepolisian, agar proses hukum bisa berjalan dengan cepat dan adil.

“Saya juga berpesan kepada masyarakat hormati TNI apalagi pada saat mereka berpakaian dinas, kecuali mereka bersikap arogan, ya laporkan ke pimpinannya jangan berindak sendiri. Bagaimanapun merekalah salah satu unsur negara yang bisa menjaga NKRI ini tetap utuh. Karena tanpa mereka bangsa ini tidak akan bisa berdiri tegak,”jelasnya.

Fauka menambahkan, polisi harusnya bisa menuntaskan kasus ini. Ia pun berharap, semua pelaku pengeroyokan dapat ditemukan.

“Nah, masalah pembakaran-pembakaran, serahkan kepada pom TNI, dan berharap lebih bijak dalam penanganannya,”pungkasnya. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *