FDT Sepi, Ini Pendapat Praktisi Media Besihar Lubis

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Festival Danau Toba (FDT) sebagai upaya mempromosikan Danau Toba sebagai destinasi wisata menuju bali kedua menyimpan banyak problem.

“Saya sedih, FDT 2018 begitu sepi,” kata praktisi media Besihar lubis saat memberikan paparannya di acara seminar Forum Jurnalis Pariwisata (FORLISPAR) di Hotel Aston Medan.

Dijelaskannya, pelaksanaan FDT tak lagi harus Pemkab secara bergiliran, sebab hanya akan menjadi beban Pemkab. Sebaiknya serahkan saja kepada dunia usaha alias pebisnis.

Pebisnis lebih paham menjual sebuah event ketimbang birokrat. Mereka tahu apa yang layak di jual dan yang tidak karena mereka juga punya networking.

Lalu, sebaiknya dipusatkan di Parapat dengan jadwal menetap yang mempunyai fasilitas lebih lengkap. Ini penting untuk memudahkan kalangan biro perjalanan maupun perhotelan untuk menjualnya sejak dini ke luar negeri.

Panitia FDT juga harus berkolaborasi dengan masyarakat yang mempunyai event tahunan, misalnya momentum upacara Sipaha Sada ritus menyambut tahun baru Batak.

“Ritus Mangalahat Horbo, Sipaha Sada, Sipaha Lima dan Gondang Mandudu dalam ritus Parmalim di tanah Batak, mestinya dapat mengilhami munculnya seni turistik Yang bisa dikemas secara estetik,” ucap Bersihar (13/12/2018).

Lihat saja adegan pembunuhan kerbau pada ritus Mangalahat Horbo tak lagi terkesan sadisme, tapi bisa diolah begitu rupa sehingga tetap manusiawi namun tetap mendebarkan.

Motifasi spirit kebudayaan inilah yang harus di jalin dengan Masyarakat, agar mereka merasa terlibat secara kultural.

Sebaiknya para budayawan dan akademisi kesenian terjun langsung di sekitar Danau Toba, untuk melihat sisi mana yang harus di benahi.

Di sinilah peranan seniman yang kreatif menggubah ulang ritus asli dengan ekspresi kesenian baru. Mendesainnya secara estetika dan memanjakan indra penonton sehingga gerak di panggung juga berpadu dengan tetabuhan gondang Batak.

Jika kesenian pariwisata yang diangkat dari ritus Batak tidak lagi sakral, sepertinya perlahan akan membuat Danau Toba diminati oleh turis asing, ujar Pemimpin Redaksi Harian Medan Bisnis itu.(tin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *