Sumut  

Demo Di Kantor Bupati, Warga Tolak Pergantian Nama Bandara Silangit

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Ratusan masyarakat Desa Pariksabungan, Kecamatan Siborong-Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, melakukan aksi unjuk rasa atas pergantian nama Bandara Silangit menjadi Bandara Sisingamangaraja, di depan kantor Bupati Taput, Rabu (12/9/2018) sekitar pukul 11.40 wib siang.

Tampak puluhan petugas kepolisian dan Sat Pol-PP Taput berjaga di depan kantor Bupati Taput untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi.

Dalam aksi yang dilakukan, tampak beberapa warga membawa spanduk menolak keras atas pergantian Bandara Silangit menjadi Bandara Sisingamangaraja.

Menurut warga, pergantian nama bandara Silangit adalah tanggungjawab salah satu pejabat di Taput. Dalam hal ini, pergantian Bandara Silangit menjadi Bandara Sisingamaraja tidak pernah disetujui oleh masyarakat adat pariksabungan.

“Bandara Silangit Harga Mati. Kami tidak setuju nama Bandara Silangit diganti. Silangit punya sejarah”teriak warga.

Dalam aksi yang digelar, warga menjelaskan bahwa dengan digantinya menjadi Bandara Silangit menjadi  Sisingamangaraja, bukan berarti tidak menghargai Sisingamangaraja sebagai Pahlawan Nasional, namun nama Bandara Silangit punya sejarah kisah pahit yang dialami nenek moyang mereka.

“Ketika itu, rata rata kaum laki laki tewas melawan Belanda, dalam mempertahankan tanah kelahiran ini. Karena banyaknya darah nenekmoyang kami tewas disana. Dan dengan putus asa, seorang anak menanyakan di mana ayahnya, ibu-ibu hanya bisa menjawab,

“Tu Tuhanima hita mangalu alu, holan silang na dilangiti nama pangalu aluan amang” (kepada Tuhanlah kita mengadu, karena hanya Silang=Salib yang di Langit lah tempat kita mengadu saat ini,” cerita Pangot Simanjuntak mengulas asal mula nama bandara Silangit.

Baca Juga : Bupati Tapanuli Utara Bingung, Bandara Silangit Berganti Nama

Horden Silalahi dalam orasinya, menuntut kepada wakil Bupati Taput yang yang saat itu menjabat plt Bupati Taput, DR Mauliate Simorangkir bertanggungjawab untuk menjelaskan bagaimana sebenarnya proses pergantian nama ini. Karena menurutnya, dengan bergantinya nama Bandara Siilangit ini tidak pernah disetujui masyarakat pariksabungan.

“Apa dasar pak Mauliate melakukan pergantian nama itu. Harusnya masyarakat atau tokoh adat tahu, kenapa diganti dan apa alasannya. Kami tidak pernah tahu kapan itu diganti. Kami mohon pak Mauliate agar keluar menjawab pertanyaan kami ini. Kami tahu bapak juga pernah di Lemhanas, makanya kami meminta agar bapak gentelmen menghadapi masyarakat,” ucapnya sembari mengancam akan mendatangi ruangan Mauliate Simorangkir selaku Wakil Bupati Taput. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.