Sumut  

Layanan Satu Pintu Listrik Sumut Mulai Beroperasi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – PLN Wilayah Sumatra Utara mengoperasikan sistem Layanan Satu Pintu (LSP) untuk semua pelanggan tegangan rendah (TR),Mulai Rabu (5/9/2018).

Menurut General Manager PLN Wilayah Sumatra Utara (Wilsu) Feby Joko Priharto, pengoperasian LSP di wilayah kerjanya adalah salah satu bentuk apresiasi dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional 2018 yang tiap tahun jatuh pada tanggal 4 September.

“LSP merupakan suatu aplikasi sistem layanan terintegrasi yang menggabungkan layanan permohonan penyambungan baru/tambah daya dan layanan permohonan Sertifikat Laik Operasi (SLO),” paparnya di sela-sela Launching LSP di gedung PLN Wilsu.

Layanan ini disediakan oleh PLN bekerja sama dengan Pemerintah dan Lembaga Inspeksi Teknik-Tegangan Rendah (LIT-TR).

Sistem ini diyakini memberikan berbagai kemudahan kepada pelanggan seperti prosedur yang praktis dan tidak rumit, jaminan waktu pelayanan dengan SLA serta keringanan biaya melalui sarana cicilan biaya penyambungan hingga 24 kali.

Feby jelaskan, LSP sebenarmya sudah diimplementasikan PLN sejak tahun 2016 pada Konsumen Bisnis dan Industri daya 100-200 kVA (kilo Volt Ampere) untuk Layanan Pasang Baru dan Tambah Daya.

Namun mulai saat ini LSP untuk layanan Pasang Baru sudah diimplementasikan untuk seluruh Konsumen TR mulai 450 VA sampai dengan 197 kVA (di luar tarif Bisnis dan Industri daya 100-200 kVA), khusus di Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan.

“Selanjutnya, LSP akan diimplementasikan di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua,” sambungnya.

LSP diproyeksikan sebagai bentuk reformasi pelayanan yang mampu membawa rapor Getting Electricity (GE) Indonesia naik ke peringkat 38, dari sebelumnya 49.

Getting Electricity (GE) adalah 1 dari 10 indikator yang menjadi penilaian dalam EoDB (Ease of Doing Business) yang dicanangkan World Bank untuk mengukur tingkat kemudahan berbinis di 190 negara di dunia.

Adapun penilaian GE meliputi empat kriteria yang harus dipenuhi, antara lain prosedur, waktu, biaya, keandalan pasokan serta transparansi tarif.(cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.