Foto : Herman Delago asal Austria bersama para koleganya
MEDANHEADLINES.COM, Samosir – Panggung megah di Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir berdiri kokoh. Gemerlap lampu sorot mengarah ke segala penjuru. Riuh suara penonton yang ingin menyaksikan Samosir Musik International (SMI) 2018 bergema. Mereka menantikan penampilan artis mancanegara yang kabarnya akan membawakan lagu khas Batak Toba.
Kebanyakan penonton adalah warga, wisatawan lokal hingga mancanegara. Artia yang ditunggu adalah Herman Delago asal Austria bersama para koleganya. Ditambah beberapa artis nasional dan lokal.
Sejak sore penonton sudah mulai datang ke lokasi. Jumlahnya diperkirakan ribuan. Karena tempat yang disediakan begitu padat. Mulai dari tribun hingga lapangan di depan panggung. Waktu menunjukkan pukul 19.30 WIB lebih. Acara pun dibuka dengan senandung lirih instrumental. Gesekan biola, piano dan suara suling beradu sendu.
Penonton mulai terbius dengan alunan musik. Beberapa tampak menggoyangkan kepala mengikuti alunan musik. Suasana tetiba hening. Pelantun lagu perempuan di atas panggung menyampaikan bahwa lagu yang dibawakan sebagai persembahan untuk korban tragedi karamnya KM Sinar Bangun Danau Toba dan gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Persembahan ini khusus buat para korban, karena kita juga merasakan duka yang mendalam atas musibah itu,” kata sang penyanyi.
Para penonton tertunduk. Memanjatkan doa untuk para korban. Acara pun dibuka secara resmi oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon. Dia didampingi Buoati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Dirut BPODT Arie Prasetyo dan sejumlah pejabat lainnya.
Rapidin juga mengajak para penonton mendoakan para korban bencana untuk tetap tegar. Karena memang bebcana KM Sinar Bangun cukup menyedihkan. Ratusan orang menjadi korban. Begitupun korban gempa Lombok yang hingga kini masih berjuang untuk bertahan hidup. (fat)












