Kisruh Seleksi KPU di Nias, Anggota Tak Terlibat Penetapan Dibantah Ketua Timsel

Kisruh Seleksi KPU Nias

MEDANHEADLINES.COM – Ketua Tim Seleksi (Timsel) KPU Wilayah 5 Sumut Tonny P Situmorang membantah adanya anggota Timsel yang tidak terlibat dalam penetapan hasil seleksi.

Sebelumnya diwartakan, terjadi penundaan proses seleksi komisioner KPU Wilayah 5 Sumut yang meliputi Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli.

Penundaan tersebut merupakan rekomendasi KPU RI setelah tim KPU melakukan pemeriksaan terhadap proses seleksi yang telah dilakukan Timsel Wilayah 5.

Menurut Tonny, Tim KPU RI melakukan pemeriksaan semua berkas dan meskipun belum mengonfirmasinya ke Timsel, tetapi mereka kembali ke Jakarta dan keluarlah keputusan penundaan. Penundaan diputuskan KPU RI menyusul adanya pengaduan dari 11 peserta yang tidak lolos seleksi administrasi. Mereka mengadukan terjadinya kecurangan dalam proses seleksi.

Namun menurut Tonny, proses seleksi telah dilakukan sesuai ketentuan. “Karena telah sesuai dengan ketentuanlah makanya kami (rapat) plenokan,” ujarnya saat dihubungi dari Medan, Senin (20/8).

Dia katakan, Timsel mempunyai penanggung jawab di masing-masing daerah untuk memverifikasi berkas administrasi pendaftar. Mereka mempresentasikan ke Timsel hasil kerjanya, setelah itu diplenokan Timsel.

Dan dia juga membantah adanya anggota Timsel yang tidak terlibat dalam rapat pleno, seperti kabar yang beredar di lapangan. Berdasarkan kabar yang beredar di lapangan, ada tiga anggota Timsel KPU Wilayah 5 mengaku merasa tidak terlibat dalam penetapan hasil seleksi.

Ketiganya adalah Bambowo Laiya, Adenan dan Mario Kasduri. Mereka menyatakannya dalam surat yang ditujukan ke KPU RI. Dengan kata-kata yang hampir sama, mereka mengaku tidak terlibat dalam rapat pleno pengambilan keputusan hasil seleksi psikologi.

Pada salah satu poin dalam suratnya, Adenan dan Mario Kasduri bahkan menyatakan pengunduran diri dari keanggotaan Timsel.

Namun Tonny membantah dan memastikan bahwa anggota Timsel yang merasa tidak terlibat hanya satu orang. Dia mengatakan anggota ini merasa tidak terlibat karena tidak datang saat rapat pleno.

Dalam keseharian ia pun jarang datang ke sekretariat Timsel, termasuk saat rapat pleno meskipun sudah mengetahui jadwal rapat. “Udah agak tua pak Bambo itu, udah lebih dari 70 tahun. Jadi, gimana lah,” kata Tonny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.