MEDANHEADLINES.COM, Medan – Warna politik Pemilihan Presiden (Pilpres) makin kentara. Teranyar yang terjadi adalah, Gatot Nurmantyo yang mencium tangan Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun fenomena itu belum bisa memastikan, apakah Partai Demokrat akan mengusung Gatot Nurmantyo. Sedangkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus gencar melakukan safari Politik.
Hari ini, AHY memulai safari politiknya di Sumatera Utara, Senin (4/6). Di Kabupaten Deli Serdang, AHY bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan membahas soal kebhinekaan.
Pencalonan AHY sebagai cawapres dari Demokrat semakin kuat dengan pernyataannya yang diplomatis. Soal Gatot yang mulai mendekati Demokrat pun AHY belum mendengarnya.
“Saya belum mendengar itu secara langsung. Yang jelas Silaturahim, komunikasi politik terus dilakukan sewaktu-waktu. Tidak selalu muncul di publik ataupun media,”katanya.
Dia mengatakan, hingga saat ini, partai berlambang Merci itu terus menjalin komunikasi dengan elit manapun. Sampai akhirnya terbangun koalisi yang apik menuju Pilpres 2019.
Menurut dia, koalisi yang dibangun haruslah memikirkan kesejahteraan rakyat. Tidak semata-mata berbagi kue kekuasaan. AHY bertekad, Demokrat harus membangun lebih besar lagi, seperti saat 10 tahun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ayahnya, menjabat sebagai presiden.
“Tetapi saat ini adalah waktu untuk saling membangun rasa percaya. Koalisi tidak boleh asal-asalan, Asal bagi kue kekuasaan semata. Kami lebih senang berbicara visi. Koalisi harus membangun visi,” terangnya.
Sebagai Komandan Satgas Bersama (Kogasma) Pemilu Partai Demokrat, AHY sudah melakukan silaturahmi ke 23 Provinsi di Indonesia. Misinya untuk menyukseskan pemilu 2019.
Di Sumut, Demokrat mengusung misi memenangkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS).
“Kami tentunya ingin memperjuangkan ERAMAS, kami sangat yakin dua tokoh ini akan membawa masyarakat Sumut menjadi makin baik dan bermartabat,” pungkasnya. (fat)












