MEDANHEADLINES.COM, Medan -Kaum muda ‘Zaman now’ banyak yang sudah menggandrungi vape alias rokok elektrik. Mereka mulai meninggalkan rokok tembakau dengan berbagai alasan.
Bahkan vape, dengan kepulan asap beragam aroma itu kerap dibuat kompetisi. Mereka berlomba membuat beragam bentuk dari hembusan asap vape.
Lantas, apakah dengan beralih ke vape, malah akan lebih membahayakan kesehatan daripada rokok tembakau?. Simak ulasannya berikut ini.
Alasan yang kerap muncul bagi perokok tembakau yang beralih ke vape adalah kesehatan. Vape dianggap salah satu cara meninggalkan rokok tembakau. Bagi sebagian kalangan, beralih ke vape bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.
Dilansirt dari berbagai sumber, dalam rokok elektrik terdapat tiga komponen utama. baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (Liquid). Dalam cairan itu, terkandung nikotin, propilen glikol atau gliserin dan penambah rasa.
Cara kerja vape adalah dengan memanaskan cairan yang diteteskan di kapas dalam kumparan kawat yang tersambung dengan penghasil panas. Setelah panas, cairan iu akan berubah menjadi uap air.
Uapo yang dihasilkan sudah tentu mengandung zat kimia. pengguna langsung menghisapuap itu melalui corongnya.
Propilen Glikol yang terkandung dalam liquid bekerja sebagai produsen uap. Pada penelitian yang sudah dilakukan para ahli, menghirup propilen glikol bisa berakibat pada iritasi saluran pernafasan. Itu bisa terjadi hanya pada in==beberapa individu saja.
Siapa bilang vape tidak mengandung nikotin?. dalam sebuah artikel disebutkan, Nikotin ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda-beda, antara 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik.
komponen lainnya yaitu tobacco-specific nitrosamine (TSNA). TSNA merupakan senyawa karsinogen yang ditemukan dalam tembakau dan rokok tembakau. Nitrosamin dalam jumlah sedikit ditemukan dalam cairan rokok elektrik. Semakin tinggi kadar nikotin, semakin tinggi juga kadar TSNA. Selain TSNA, juga ditemukan kandungan senyawa logam, seperti kromium, nikel, dan timah.
Bahaya terbesar dari rokok tembakau adalah asap, dan rokok elektrik tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap air. Penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan kimia berbahaya yang ada dalam rokok elektrik adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada dalam rokok tembakau. Tetapi kandungan bahan berbahaya ini dapat bervariasi.
Penelitian menemukan bahwa sel-sel endotel di arteri jantung menunjukkan respon stres yang jelas ketika terpapar asap rokok tembakau, tetapi tidak untuk rokok elektronik. Hal ini menunjukkan bahaya dari rokok elektrik lebih sedikit dibandingkan dengan rokok tembakau. Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Para ahli masih memperdebatkan apakah rokok elektrik lebih baik atau lebih buruk dari rokok tembakau.
Pada intinya, vape ataupun rokok tembakau sama sama tidak baik untuk tubuh. Yang paling penting adalah menjaga kesehatan tubuh. rjin berolahraga dan makan makanan yang sehat adalah satu dari banyak kunci untuk memelihara kesehatan. Menjaga kesehatan juga bisa dilakukan dengan menjernihkan hati dan pikiran. (red)











