MEDANHEADLINES.COM – Ketua DPP Nasdem yang juga merupakan Korwil Sumut Martin Manurung belum mau memberikan komentar banyak terkait adanya statemen dari Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera), Nusron Wahid yang mengatakan mengevaluasi dukungan terhadap Tengku Erry di Pilgubsu 2018 Mendatang
“Kita lihat perkembangan dulu,” katanya.
Martin juga mengaku belum mengetahui secara resmi prihal pembatalan dukungan Golkar pada Erry dan mengalihkan dukungannya ke Edy Rahmayadi
“Saya tidak mau tanggapi statement-statement dulu. Koalisi Golkar-NasDem di Sumut itu kan tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari bangunan koalisi di berbagai provinsi dan daerah,” ungkapnya.
Bila ditinggal Golkar, praktis Erry kekurangan persyaratan dukungan karena baru hanya punya 11 kursi (Nasdem, PKB, dan PKPI). Persyaratan minimal untuk mendaftar sebagai pasangam calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Sumut adalah minimal mendapat dukungan 20 kursi.
Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Sumut Irham Buana Nasution mengatakan belum mengetahui adanya pembatalan dukungan Golkar di Pilgub Sumut. Namun ia menyerahkan hal itu ke DPP Golkar
“Itu menjadi kewenangan penuh DPP,” pungkasnya. (red)












