MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kondisi Pedagang di pasar-pasar Tradisional perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah mengingat Menjamurnya mini market di Kota Medan
Hal ini diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Parlindungan Purba saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar tradisional di Kota Medan untuk Memantau Fluktuasi Harga jelang Libur Tahun Baru,
“Kita kecewa juga di sekitar pasar tradisonal masih ada mini market yang banyak menjamur. Itukan jadi penghalang pembeli belanja di pasar tradisonal. Padahal pasar tradisional punya nilai-nilai kekeluargaan, ada tawar menawar, silaturahmi, disini sebenarnya pasar tradisional bisa berperan,” katanya,Sabtu (30/12.2017).
Ia juga menuturkan bahwa pada kenyataannya tidak banyak orang yang datang ke pasar tradisional. Padahal sebenarnya harga sama, namun di mini market ada diskon besar-besaran karena kapital besar.
“Nah, disini peran pemerintah harusnya melindungi pedagang tradisional. Kita berharap supaya penataan super market berbasis franchise dibatasi. Jangan sampai mengganggu operasional dari pedagang pasar tradisional,” pungkasnya.
Sementara itu, Ahwa , salah seorang pedagang yang berjualan sembako di Pasar Petisah Medan mengungkapkan, menjamurnya mini market di Kota Medan membuat penghasilan pedagang tradisional menurun hingga 50%.
“Faktor utama yang membuat pelanggan malas membeli di pasar tradisional karena masyarakat sekarang lebih condong untuk belanja di mini market. Dan itu sangat mempengaruhi penjualan dan pendapat dari pedagang tradisional,” sebutnya.
Salah satu penyebabnya menurut Ahwa adalah harga yang jauh lebih rendah, bahkan terkadang ada promosi yang harganya jauh di bawah harga pasaran.
“Mereka ada diskon, kita mana ada diskon. Harga kita masih standar, tapi memang sekarang daya beli masyarakat ke pasar tradisional memang sudah jauh berkurang,” ungkapnya. (red)












