MEDANHEADLINES.COM, Deli Serdang – Seorang anggota Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) harus dirawat intensif di rumah sakit akibat dibacok oleh dua orang pria di lokasi lahan garapan Simpang Pasar VIII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (10/10/2017).
Akibat pembacokan ini, Korban yang bernama Purnamawanto (42), warga Dusun V Cempaka, Desa Lau Dendang ini harus kehilangan tangannya kanannya serta mengalami , berbagi luka lainnya yaitu tangan kiri yang hampir putus, kepala bagian belakang luka koyak, mata kaki koyak, dada luka koyak, hingga punggungnya
Dari informasi yang diperoleh, sebelumnya korban yang dihubungi ketua BPRPI diminta untuk menghentikan traktor yang dijalankan pelaku di lahan garapan
Ia pun datang ke lokasi bersama seorang rekannya Syafrijal (40). Di lokasi mereka menemukan traktor yang sedang menggarap dan dua orang preman di dalam gubuk sekitar lokasi.
Setelah tiba di lokasi, korban dan Syafrizal yang kini menjadi saksi, melihat tersangka Alung, Naibaho dan 2 orang rekannya duduk di dalam gubuk di lokasi lahan garapan tersebut. Selanjutnya, korban pun langsung menghentikan operator traktor untuk keluar dari lokasi.
Setelah traktor keluar dari lokasi, korban didatangi oleh Alung dan Naibaho. Sementara Syafrizal, mengawal traktor keluar lokasi.
Korban kemudian terlibat adu mulut bersama para tersangka hingga terjadi duel berdarah. Korban yang seorang diri pun dibacok oleh para tersangka dengan menggunakan kelewang dan parang babat
Korban kemudian dievakuasi ke RS Haji Medan. Lantaran luka serius, korban kemudian dievakuasi ke RS Pirngadi Medan.
Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean Rabu (11/10/2017) mengatakan, saat ini pihaknya masih mengejar pelaku pembacokan pada korban.
“Kalau ada informasi mohon sampaikan pada kita, anggota kita sedang melakukan pengejaran,” kata Pardamean.
Dikatakannya, yang terjadi bukanlah bentrok, melainkan perkelahian atau pengeroyokan dengan senjata tajam. (red)












