Jalan rusak dan minimnya penerangan jadi peluang begal jalankan aksinya

MEDANHEADLINES, Medan – Masih banyaknya ruas jalan di Kota Medan yang rusak serta penerangan yang minim Merupakan salah satu jalan bagi para pelaku kejahatan Jalanan (begal) untuk melancarkan aksinya.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyikapi maraknya kembali aksi kejahatan jalanan terutama di Kota Medan.

“Selain jalanan yang berlobang, Kota Medan juga membutuhkan lampu penerangan yang lebih banyak,” katanya

Rina menjelaskan, para pelaku begal ini berani melakukan aksinya karena adanya pertemuan niat dan kesempatan.

“Jadi, niat pelaku sudah ada, kemudian ada kesempatan seperti di jalan rusak, yang membuat pengendara lambat berkendara,” jelasnya.

Rina juga mengungkapkan, selama kurang lebih dua bulan Kapolda, Irjen Pol Paulus Waterpauw menjabat sudah ada lima pelaku begal yang tewas ditembak polisi. Diantaranya adalah para pelaku pembegalan angkutan online.

“Polda Sumut juga sudah membentuk tim anti begal. Saat ini tim masih bekerja memberantas begal,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rina menuturkan, tim khusus pemberantasan kasus 3 C (Curat, Curas dan Curanmor) sudah dibentuk di seluruh Polres Jajaran dan mereka sudah bekerja. Di back up oleh  Polda Sumut.

“Antar lintas fungsi seperti Intel, Reserse, Sabhara, Brimob. Khusus untuk Operasi Kepolisian sedang dipersiapkan oleh Biro Ops Polda Sumut,” tuturnya.

Ia juga menghimbau agar Masyarakatkembali mengaktifkan fungsi sistem keamanan lingkungan. Tidak hanya itu, kepedualian instansi terkait untuk membenahi infrastruktur jalan, rambu-rambu dan sarana prasarana lainnya.

“Begitu juga pemasangan CCTV di titik yang rawan kejahatan dan rawan kemacetan. Kami juga berharap seluruh stakeholder pemerintah ikut berperan aktif dalam memberantas kejahatan di jalanan,” harapnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.