Polisi Ringkus pengedar dan Pemilik Apotek penjual Pil PCC di Medan

MEDANHEADLINES, Medan – Aparat Kepolisian Polrestabes Medan berhasil meringkus seorang pengedar dan pemilik apotek yang menjual  Pil Paracaetamol Caffein Carisoprodol (PCC).

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ganda Saragih mengatakan pengungkapan peredaran pil PCC yang sempat menghebohkan  masyarakat di Kediri karena mengakibatkan korbannya mengamuk dan  kejang-kejang ini dilakukan setelah mereka melakukan rangkaian penyelidikan.

Dari Hasil penyelidikan itu Polisi berhasil menangkap seorang warga berinisial JP (49) warga Jalan Mandala, Medan yang bertugas untuk mengedarkan pil terlarang tersebut.

” Awalnya dari tersangka  JP kita menyita 186 butir pil PCC yang sudah diubah kemasannya dari kemasan pabrikan ke dalam plastik papper klip,” Pungkasnya di Mapolrestabes Medan, Jumat (22/9/2017).

Setelah menangkap JP, petugas kemudian melakukan pengembangan kasus dan menangkap seorang lainnya yang merupakan pemilik apotek di kawasan Jalan Krakatau berinisial EW (55).

“Dari EW kita menyita hampir 2 ribu pil PCC dan beberapa pil yang sudah tidak mendapat izin edar lagi di masyarakat. Namun masih mereka edarkan,” ujarnya.

Ganda menjelaskan, dari pengakuan keduanya diketahui aktifitas mengedarkan Pil PCC ini sudah berlangsung lama.

Ganda juga mengungkapkan, Tersangka EW yang merupakan Pemilik apotek ini juga sebelumnya pernah ditangkap petugas  Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam kasus yang sama beberapa waktu yang lalu.

“Jadi EW menjualnya seharga Rp 7 ribu per butir dan kemudian oleh JP pil tersebut dijual kembali seharga Rp 10 ribu per butir,” ujarnya.

Hingga saat, tambah Ganda, Pihaknya masih menelusuri penyuplai pil tersebut ke Apotek milik EW. Namun pengakuan sementara, EW menyebut pil tersebut disuplai oleh seorang penjual obat-obatan freelance.

“Kita sudah mengindikasi orangnya namun kita masih butuh bukti kuat untuk menangkapnya,” Jelas Ganda.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *