Dugaan Penggelapan, Ramadhan Pohan Dituntut 3 Tahun Penjara

MEDANHEADLINES, Medan – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negri (PN) Medan menuntut Ramadhan Pohan yang merupakan Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelepan senilai Rp 15,3 miliar dengan hukuman selama 3 tahun penjara.

Dalam tuntutannya yang di bacakan di Ruang Utama PN Medan, JPU Emmy menilai terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penipuan yang melanggar Pasal 378 jo Paasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 65 ayat 1 ke 1 KUHP Pidana tentang penipuan berkelanjutan.

“Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Ramadhan Pohan dengan hukuman tiga penjara dan meminta terdakwa untuk ditahan,” kata Emmy, Kamis (7/9/2017).

JPU juga mengatakan, Adapun hukuman yang memberatkan bagi Ramadhan Pohan karena terdakwa berbelit-beli selama menjalani persidangannya serta tidak mengakui perbuatannya, Sedangkan hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan selama dipersidangan dan belum pernah dihukum sebelumnya.

Sementara itu, Usai pembacaan tuntutan, Ramadhan Pohan dan tim penasehat hukumnya mengatakan akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan karena

Mereka menilai tuntutan yang diberikan oleh jaksa tidak sesuai dengan fakta yang terjadi terlebih adanya fakta persidangan yang tak dijadikan dasar dalam melakukan penuntutan.

” di  fakta persidangan kan sudah dibuka, saat saya dituduh menerima uang di Posko saya sedang dalam perjalanan di pesawat,dan dibuktikan dengan  Manifest penumpang pesawat atas nama saya Ramadhan Pohan,” Ungkapnya

Sebelumnya Ramadhan Pohan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penipuan dengan total Rp15,3 miliar. Politisi Partai Demokrat itu dijerat dengan dugaan penipuan atau penggelapan dengan modus meminjam  uang saat akan maju menjadi Walikota Medan beberapa Waktu yang lalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.