MEDANHEADLINES, Medan – Personel Gabungan Polsekta Medan Baru beserta Polrestabes Medan Menembak 2 dari 3 komplotan begal sadis yang kerap melakukan aksinya di sejumlah lokasi di Kota Medan,Sabtu (19/8/2017)
Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho mengatakan Dua pelaku yang ditembak mati tersebut adalah DR dan FS, sementara Satu orang lainnya berinisial TAH telah berhasil diringkus polisi.
“ Keduanya tewas setelah ditembak mati petugas karena melawan dan melakukan penyerangan,” ungkap Sandi di depan instalasi jenazah RS Bhayangkara Medan, Minggu (20/8/2017).
Lebih lanjut, Sandi mengatakan, ketiga pelaku berhasil diringkus berdasarkan laporan polisi atas kasus pembegalan yang terjadi di depan Restoran Koki Sunda, Jalan S Parman Kota Medan pada Sabtu 19 Agustus 2017 dinihari lalu.
Dalam peristiwa pembegalan itu, para pelaku membawa kabur sepeda motor korban yang bernama Andi. Mereka juga menembakkan senjata air gun berpeluru mimis ke arah korban hingga menembus leher dan pipinya.
“Jadi dalam menjalankan aksinya para pelaku ini menembak korbannya, lalu mereka memukul korban dengan balok hingga menyerah dan membawa kabur sepeda motor korban,” ungkapnya.
Mendapat laporan tersebut Polisi yang kemudian melakukan pengejaran berhasil menangkap tiga tersangka hanya dalam rentang waktu 1 jam dan delapan menit. Mereka kemudian dibawa untuk pengembangan guna mengejar pelaku lainnya, namun dalam proses pengembangan itu tersangka DR dan FS mencoba melawan dan menyerang petugas.
“Tersangka mencoba menyerang anggota kita dengan sangkur dan akhirnya kita berikan tindakan tegas terukur berupa tembakan yang mengenai bagian tubuhnya hingga meninggal dunia,”jelas Sandi.
Dari hasil interogasi awal terhadap tersangka, kata Sandi, diketahui bahwa komplotan begal sadis ini sudah 19 kali beraksi di seputaran Medan. Dalam menjalankan aksinya, komplotan yang diperkirakan berjumlah enam orang itu kerap berganti pasangan dan menggunakan modus yang sama.
“Pengakuannya baru 19 kali. Tapi ini masih kita dalami lagi. Kita masih kumpulkan laporan polisi untuk 19 tempat kejadian perkara yang mereka sebutkan. Dugaan kita lebih dari itu,”bebernya.
Untuk motifnya, jelas Sandi, adalah narkoba. Para pelaku Nekad melakukan aksi sadis akibat dibawah pengaruh narkoba. Hasil dari pembegalan pun digunakan untuk membeli narkoba.
“Untuk motif lain kita masih dalami. Sementara motifnya narkoba. Kita akan dalami juga kasus ini ke penadah-penadah hasil pembegalan mereka,” Jelasnya.
Sandi juga mengatakan, dalam kasus itu pihaknya berhasil mengamankan tiga unit motor termasuk motor milik korban. Mereka juga mengamankan sepucuk senjata air gun, sangkur dan balok yang digunakan tersangka saat beraksi. (red)












