MEDANHEADLINES, Medan – Meskipun Sumatera Utara masuk dalam 10 besar provinsi dengan jumlah kasus HIV/AIDS terbanyak namun penanggulangan yang dilakukan sangatlah terbatas
Salah satu penyebabnya adalah ketidakjelasan anggaran penanggulangan yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi untuk lembaga Resmi yang bertugas untuk menanggulangi penyakit tersebut.
Kepala Sekertariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumut Ramadhan menyatakan, Bahkan untuk tahun ini, KPA Sumut tidak mendapat aliran APBD.
“Belum ada APBD untuk tahun ini,” kata nya.
Ramadhan juga menjelaskan, KPA Sumut sebelumnya telah mengajukan anggaran senilai Rp 2 miliar untuk ditampung dalam APBD 2017. Namun dana itu tidak direalisasikan.
“ Karena tidak ada anggaran tersebut, KPA Sumut hanya dapat melaksanakan program-program yang disupport Global Fund. Seperti sosialisasi dan pendistribusian jarum suntik atau alat suntik steril, penyediaan kondom dan lainnya, untuk penanggulangan HIV/AIDSdi kabupaten kota,” pungkasnya.
Ramadhan juga mengatakan, saat ini hanya ada empat kabupaten/kota yang dapat dijangkau, yakni Medan, Deli Serdang, Simalungun dan Labuhanbatu.
” Untuk Kabupaten/kota lainnya Hingga saat ini belum bisa kita Jangkau akibat keterbatasan anggaran ini,” Paparnya. (red)











