MEDANHEADLINES, Medan – Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) berhasil Melepasliarkan Dua ekor Orangutan Sumatera (Pongo Abelii) ke habitatnya
Direktur Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), Panut Hadisiswoyo mengatakan, dua ekor orangutan tersebut berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan berusia 25 tahun dan satu berjenis kelamin jantan diperkirakan berusia 2 tahun., Kedua ekor orangutan sempat masuk ke perkebunan warga di Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Jumat (9/6/2017) lalu.
“Sebelumnya Kami mendapat informasi dari warga bahwa adanya orangutan yang masuk di perkampungan,mendengar hal ini, tim Riset OIC, Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) Team berkoordinasi untuk segera berangkat menuju lokasi yang disebutkan pada hari itu juga,” kata Panut.
Dijelaskannya, HOCRU Team langsung meluncur menuju Desa Halaban, Kecamatan Besitang dengan menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 3 jam dari Kota Medan. Bermalam di rumah seorang warga di sekitar areal perkebunan sawit, HOCRU Team terus berkoordinasi dengan tim riset.
“Menurut tim riset, induk orangutan memasuki kebun warga dan menjelang malam membuat sarang serta tidur di lokasi sekitar area perkebunan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Panut menceritakan, keesokan harinya, Sabtu (10/6/2017), dua orangutan induk beserta anaknya tersebut sudah berpindah sarang sejauh kira-kira 30 meter dari lokasi yang dilaporkan sebelumnya.
Setelah bekerja tidak lebih dari 4 jam, pada pukul 9.30 WIB induk dan bayi orangutan jantan berusia 2 tahun berhasil dievakuasi ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
“Dua individu yang baru saja dikembalikan ke habitat TNGL merupakan individu keenam dan ketujuh di tahun ini. Untuk memudahkan evakuasi, dilakukan sesuai SOP menggunakan senjata bius kepada induk orangutan sementara anaknya diamankan dengan menggunakan jaring,” terang Panut.
Diketahui,Sejak 2012 hingga 2016, YOSL-OIC telah melakukan rescue, baik penyitaan maupun translokasi dan telah menyelamatkan 110 individu orangutan. Sehingga sampai semester ini telah diselamatkan sebanyak 117 individu.
“Perlu diketahui, dalam kondisi bulan Ramadan tidak menyurutkan semangat HOCRU Team untuk terus melakukan penyelamatan orangutan dari kepunahan,” pungkas Panut.(lbs)












