Medan  

Bangun LRT ,Akhyar : Pemko Komitmen bangun Transportasi Massal

MEDANHEADLINES,Medan – Dengan Bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahunnya maka sudah saatnya Medan harus memiliki transportasi Massal sebagai salah satu solusi dari upaya mengurai kemacetan yang ada di Kota Medan

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Medan, Ir. Akhyar Nasution MSi ketika menghadiri Indonesia Infrastructure Roundtable XVI bertema “Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Kota Medan dan Mitigasinya”  di Hotel Grandika Jalan dr. Mansyur Medan, Selasa (9/5/2017).

“Kita Harus berfikir bagaimana mewujudkan transportasi massal yang dapat mengurangi kemacetan akibat semakin banyaknya arus kendaraan bermotor di kota ini. Jangan bermimpi untuk membangun jalan lebar tetapi kita harus mengubah mindset dengan menyediakan transportasi massal,” kata Wakil Wali Kota.

Untuk itu,lanjut Akhyar,Pemko Medan berkomitmen penuh dalan membangun transportasi massal itu,salah satunya adalah dengan membangun dan mengoperasikan Light Rail Transit  (LRT)

Akhyar juga mengungkapkan, menghadirkan LRT di kota Medan bukan karena gagah-gagahan melainkan sebuah kebutuhan. Untuk itu semua harus berada dalam harmoni yang sama, karena semua bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi namun terintegritas satu dengan yang lainnya.

“ Pemko Medan siap menjadi komandan tempur Karenanya semua harus saling berintegrasi dan berkomunikasi, Kita jangan jalan sendiri-sendiri demi kelancaran pembangunan LRT  di Kota Medan yang kita cintai ini. Apalagi dalam pertemuan ini banyak sekali mendapat masukan sehingga memperkaya kita semua agar tidak salah langkah,” ungkapnya.

Akhyar juga menambahkan, Pemko Medan beserta seluruh jajarannya   sudah sangat mendambakan agar LRT ini dapat segera diwujudkan di Kota Medan. Sebab, keberadaan LRT adalah kebutuhan dan bukan proyek mercusuar. Dia berharap proyek pembangunan LRT ini terlalu lama mengingat berdasarkan kajian yang telah dilakukan,  tahun 2024 Kota Medan diprediksi mengalami stagnasi kemacetan.

“Kalau bisa tahun  2020 proyek LRT ini sudah running karena jika menunggu hingga tahun 2023,  Kota Medan akan mengalami stagnasi lalu lintas pada tahun 2024 berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan,” harapnya.

Sementara itu menurut Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat ATD MT, LRT yang akan dibangun nanti  diharapkan akan terintegrasi dengan Bus Rapit Transportation (BRT)  maupun dengan commuter line dari PT KAI serta angkutan kota yang sudah ada. “Semoga kehadiran LRT ini nantinya dapat mengurai kemacetan di Kota Medan,”  ujar Renward.

Dalam Seminar  Indonesia Infrastructure Roundtable XVI ini dihadiri 44 orang peserta yang berasal dari para akademisi, Organda, Bappeda Kabupaten/Kota, Bappeda Provinsi Sumut, Bank Mandiri, Bank BNI, Dinas Perhubungan Kota Medan maupun dinas terkait lainnya.

Dalam seminar tersebut dihadirkan sejumlah nara sumber diantaranyaProf. Dr. Badaruddin,MSi (Tim Ahli Bidang Sosial), Dr. OK. Saidin, SH, MH  (Tim Ahli Bidang Hukum), Medis Sejahtera Surbakti, ST, MT, PhD (Tim Ahli Bidang Transportasi), Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME  (Tim Ahli Bidang Ekonomi) dan Beny O.Y. Marpaung, ST, MT, PhD  (Tim Ahli Bidang Tata Kota). (Ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.