MEDANHEADLINES,Medan – Andi lala, Pelaku Pembunuhan Sadis yang menghabisi nyawa satu keluarga di Jalan Mangaan Gang Benteng, Mabar,Medan Deli memperagakan 48 adegan dalam rekonstruksi pembunuhan sadisnya itu.
Dari hasil rekonstruksi yang dilakukan dengan pengawalan ketat itu, terungkap fakta bahwa Andi Lala memang merupakan eksekutor tunggal dalam peristiwa tersebut.
“Dari 48 adegan ada dua lagi yang belum terlaksana. Karena kondisi di TKP sudah tidak memungkinkan. Kerumunan massa sudah tidak kondusif,” kata Kasubdit III Jahtanras AKBP Faisal Napitupulu, Senin (8/5/2017).
Dua adegan tersebut,Lanjut Faisal, yang belum diperagakan oleh Andi Lala adalah saat dia mengambil besi seberat 15 kilogram yang digunakan untuk menghabisi korban. Namun tidak bisa dilakukan mengingat Kondisi dan situasi rekonstruksi yang tidak Kondusif akibat banyaknya Warga yang geram dengan perbuatan pelaku
“ Adegan inti dalam kasus itu adalah saat Andi Lala menghabisi nyawa Riyanto dan keluarga. Setelah menghabisi nyawa Riyanto, Andi Lala meminta agar tersangka Andi Sahputra dan Roni memutar mobil.
Namun saat itu anggota keluarga yang lain terbangun sehingga Andi lala langsung menganiaya korban lainnya hingga tewas,” ujarnya.
Faisal menambahkan, Rencananya dua adegan yang belum terlaksana itu akan dilakukan di Mapolda Sumut agar lebih Kondusif
“ Rekonstruksi juga dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasehat hukum para tersangka,” ujarnya.
Sementara itu 350 Personil Polisi disiagakan untuk mengantisipasi kemarahan Warga terhadap pelaku saat melakukan rekonstruksi,namun begitu,meskipun sudah dijaga sedemikian rupa,sempat juga terjadi penyerangan terhadap pelaku saat polisi membawa tersangka dari lokasi rekonstruksi ke Mobil tahanan.
Untung saja personil kepolisian yang sudah siaga dapat menghalau warga sehingga penyerangan yang dilakukan warga tidak sampai melukai tersangka.
Seperti diberitakan, pembunuhan sadis terhadap satu keluarga terjadi di rumah korban, di jalan Mangaan Gang Benteng, Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (9/4/2017).
Akibatnya, lima orang tewas dan seorang anak berusia empat tahun kritis. Kelima korban yang tewas dalam pembunuhan sadis adalah pasangan suami istri Rianto (40) dan Sri Ariyani (40).
Kemudian, kedua anak mereka, Syifa Fadilah Naya (13) dan Gilang Laksono (8) dan mertua Riyanto, Sumarni (50). Sedangkan putri bungsu pasangan Rianto dan Yani, K (4), ditemukan dalam keadaan kritis.(pra)












