Medan  

Pemberitaan Kinara yang secara terus menerus dapat timbulkan trauma

MEDANHEADLINES,Medan  – Pemberitaan terkait pembantaian satu keluarga di Mabar yang menyisakan satu korban selamat yaitu Kinara (4) masih hangat untuk diperbincangkan,baik dari mulut ke mulut maupun pemberitaan yang terus menerus mengupas peristiwa ini.

Ramainya perbincangan mengenai Kinara ini pun mendapat tanggapan dari Psikolog Irnami Nauli,menurutnya pemberitaan yang berlebihan soal Kinara bisa berdampak buruk bagi perkembangannya.

“Pemberitaan yang berlebihan tentang korban kekerasan sering kali memberi dampak buruk bagi perkembangan anak. Mereka akan dihadapkan pada pihak-pihak yang ingin mengetahui secara detail peristiwa yang menakutkan tersebut,” kata Irna, Selasa (18/04/2017).

Dia menjelaskan, secara psikologis pemberitaan yang berlebihan akan membuat anak mendapat traumatis berkepanjangan. Kemungkinan juga anak akan mekaukan defense mechanism atau mekanisme pertahanan diri.

“Setiap kali orang bertanya tentang peristiwa tersebut maka anak akan diingatkan kembali dengan peristiwa tersebut,” katanya.

Irna juga menjelaskan, anak sebenarnya memiliki kemampuan bangkit dari trauma kejadian yang menimpanya. Namun terkadang lingkungan yang mengingatkan kembali peristiwa buruk itu.

“Peristiwa besar seperti yang dialami Kinara masuk dalam kategori high profile case yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi sehingga mungkin setiap orang ingin menjadi bagian dari peristiwa bersejarah tersebut,” katanya.

Pemulihan Kinara bisa didukung dengan kondisi lingkungan yang membuat Kinara bangkit lagi. Itu yang harusnya juga dipahami masyarakat. Bagi mereka yang menjadi saksi bagaimana kondisi korban mungkin akan menimbulkan simpati dan belas kasih terhadap korban. Hal ini tentunya suatu hal yang positif.

“Yang perlu dijaga adalah jangan sampai wajah korban kemudian dikenali banyak orang sehingga setiap orang yang berjumpa akan menanyakan kembali peristiwa traumatis tersebut,bahkan jika diperlukan Ada baiknya juga untuk mengubah nama Kinara mengingat nama tersebut sudah begitu terkenal. Kekhawatiran saya adalah ketika kelak ia masuk sekolah dan guru-guru atau teman-teman mengenali maka ia akan terus dicecar dengan berbagai pertanyaan,” Jelas Irna. (pra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.