Sumut  

Pengembangan Bandara Silangit,Akhir tahun 2017 ditargetkan selesai

MEDANHEADLINES – Proses pembangunan dan pengembangan Bandara Silangit yang berada di Tapanuli Utara,Provinsi Sumatera Utara di prediksi Akan selesai pada akhir Tahun 2017 ini.

PT Angkasa Pura II (AP) terus mempercepat penyelesaian pengembangan Bandara Silangit di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan,percepatan penyelesaian pengembangan Bandara Silangit ini sedang terus dilakukan dan paling cepat akan dirampungkan bulan September 2017.

“Kami kebut September tahun ini, paling lambat Desember,” kata Awaluddin.

Awaluddin menyebutkan, pengembangan Bandara Silangit mulai dari terminal, perpanjangan, pengerasan, pelebaran landasan pacu, hingga sarana dan prasarana seperti perluasan apron, dan sistem penunjang lainnya, yaitu CIQ (Custom, Imigration, Quarantine).

Untuk pengembangan terminal, dari kapasitas penumpang yang semula hanya sekitar 15 ribu-20 ribu penumpang, nantinya menjadi 500 ribu penumpang per tahun.

“Kalau untuk terminal Mei 2017 selesai, karena sudah tinggal finalisasi saja,” tambahnya.

Pengembangan landasan pacu, mulai dari perpanjangan, pelebaran, dan pergeresan dari yang semula hanya sepanjang 2.250 meter, saat ini sudah menjadi 2.400 meter atau telah bertambah 150 meter. Sedangkan tahan selanjutnya, akan diperpanjang kembali sekitar 250 meter yang selesai pada September 2017 menjadi 2.650 meter dengan lebar 45 meter.

Sampai saat ini, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air dan Susi Air yang melakukan penerbangan langsung ke Bandara Silangit. Garuda Indonesia 1 penerbangan PP dari Jakarta, dan 1 penerbangan dari Medan.

Sedangkan Sriwijaya Air 2 penerbangan PP dari Jakarta. Wings Air dan Susi Air masing-masing 1 penerbangan PP dari Medan, Kualanamu.

Untuk investasi, kata Awaluddin, total dana yang dikeluarkan AP II sekitar Rp 369 miliar, yang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama pengembangan terminal Dan perpanjang, pelebaran dan pengerasan, hingga perluasan apron sekitar Rp 189 miliar.

“ Untuk Tahap kedua, sekitar Rp 180 miliar untuk perpanjang, pengerasan dan pelebaran landasan pacu hingga sarana dan prasarana kebandarudaraan,jadi total semuanya sekitar Rp 369 miliar,” pungkasnya. (mb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.