Banjir longsor di limapuluh kota, Akses Jalan Sumatera Barat – Riau masih putus

MEDANHEADLINES –Bencana Banjir dan Longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi sumatera Barat menyebabkan jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat – Riau putus dan belum dapat dilalui akibat longsor. Sebagian material longsor sudah dibersihkan dengan mengerahkan alat berat. Namun ada ruas jalan yang longsor dan ambles sehingga perlu perbaikan.

Selain itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan, Kondisi listrik di wilayah tersebut juga belum semuanya pulih.

“ Longsor menyebabkan beberapa instalasi milik PLN rusak. Akibatnya 117 gardu listrik terpaksa dipadamkan dan 14.657 pelanggan PLN tak teraliri listrik. Perbaikan jaringan listrik terkendala pada jalan yang rusak dan tertimbun longsor. PLN Wilayah Sumbar saat ini terus berupaya untuk memperbaiki jaringan listrik yang terputus itu,” ungkapnya.

Sutopo juga memaparkan Jumlah korban Hingga 5/3/2017 pukul 21.30 Wib, Posko Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota melaporkan 6 orang meninggal dunia dan 2 luka berat akibat banjir dan longsor.

“ Salah satu korban meninggal adalah bayi yang berada di incubator Puskesmas Pangkalan,karena saat berada di incubator banjir tiba-tiba masuk dan merendam incubator,” jelas sutopo.

Adapun 6 Korban yang meninggal dunia itu adalah:

  1. Doni Fernandes (33 tahun) karena tertimbun longsor.
  2. Teja (19 tahun) karena tertimbun longsor.
  3. Yogi Saputra (23 tahun) karena tertimbun longsor.
  4. Karudin (25 tahun) karena tertimbun longsor.
  5. Muklis (45 tahun karena hanyut banjir.
  6. Bayi (2 hari) karena terendam banjir.

Sementara untuk Korban luka berat karena longsor adalah Syamsul Bahri (22 tahun) dan Candra (42 tahun).(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.