YPDT Adukan dua Perusahaan yang diduga Mencemarkan Danau Toba ke Polda

MEDANHEADLINES,Medan -Tim Litigasi Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) membuat aduan ke Polda Sumatera Utara terhadap Dua perusahaan yakni PT Aquafarm Nusantara dan PT Suri Tani Pemuka yang diduga sebagai penyebab utama pencemaran danau toba.

Ketua tim Litigasi YPDT Robert Siahaan mengatakan, dugaan keterlibatan dua perusahaan itu  diduga disebabkan oleh Keramba Jaring Apung (KJA) yang mereka gunakan.
“Sebelum KJA itu ada, danau Toba masih baik-baik saja. Tapi sekarang setelah ada KJA, danau Toba sudah tidak baik lagi,” ungkap Robert

Robert juga mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung ke lokasi untuk melakukan pengujian. dengan mengambil sampel air danau Toba dari 11 titik di wilayah dua perusahaan itu. Hasilnya dari pengujian yang mereka lakukan itu membuktikan kebenaran bahwa air danau toba telah tercemar.

Robert juga memaparkan,bahwa hasil laporan analisis Sucofindo tanggal 20 Desember 2016 lalu juga menunjukkan BOD, COD dan unsur lain yang menjadi indikator kualitas air danau Toba sudah melewati ambang batas air kualitas kelas satu seperti diatur dalam PP Nomor 82 Tahun 2001.
“Dalam PP itu dan Pergub Sumut Nomor 1 Tahun 2009 jelas menyatakan, kegiatan pembudidayaan ikan air tawar dilakukan di air dengan kualifikasi kelas dua atau kelas tiga, tapi kenapa dilakukan di kelas satu,” paparnya
Senada dengan itu, Sekretaris Tim Litigasi YPDT Deka Sahputra Saragih menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah bukti untuk melengkapi berkas laporan mereka. Bukti-bukti tersebut, di antaranya laporan analisis dari Sucofindo dan video penyelam Holmes Hutapea yang diambil dari bawah KJA PT Suri Tani Pemuka di kabupaten Simalungun.
“Kami juga sudah menyiapkan saksi-saksi dari pihak masyarakat. Kemudian kami telah merencanakan untuk melakukan koordinasi dengan ahli kimia, air tawar dan juga lainnya,” ungkapnya.(lbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.