KontraS Sumut  : Stop Kekerasan dan Intimidasi Petani

MEDANHEADLINES, Medan – KontraS Sumatera Utara mengutuk keras aksi kekerasan dan intimidasi yang dilakukan pihak kepolisian terhadap petani di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

laporan yang dihimpun KontraS, di lokasi sejak terjadinya bentrokan pada jumat (18/11/2016) yang lalu tercatat belasan orang luka-luka dan diantaranya adalah seorang anak-anak. Dalam bentrokan itu  Masyarakat di pukul, di tendang, di kejar hingga mengalami luka memar bahkan salah  Seorang warga atas nama Zulkifli bahkan mengalami pecah kepala.

Sejak jumat hingga minggu (20/11/2016) situasi desa mekar jaya juga  masih dalam keadan mencekam, dan  pada Hari, Minggu (20/11/2016) Aparat keamanan semakin beringas dengan mulai menghancurkan tanaman seperti ubi, jagung, sawit, semangka milik petani dengan  Menggunakan sekitar 30 unit alat berat serta ratusan aparat yang terdiri dari Kepolisan (Brimob), TNI, Satpol PP, dan Pamswakarsa.

Bahkan  Akses menuju lokasi juga telah di blokir oleh pihak aparat keamanan yang berakibat penduduk desa mekar jaya menjadi terisolir.

Kepala operasional KontraS M.amin Multazam mengungkapkan Aparat keamanan yang berada di lokasi harusnya bersikap objekif dalam memandang situasi. Bahwa konflik atas tanah tersebut sudah berlangsung sejak lama, tercatat sejak tahun 1998 masyarakat telah berkonflik dengan PTPN VII kebun Gohor Lama. Masuknya PT Langkat Nusantara Kepong dari Malaysia dan mengambil alih operasional PTPN II Kebun Gohor Lama, semakin memperkeruh suasana dengan semakin intensif melakukan penggusuran lahan petani yang sudah di kelola belasan tahun.

“ Artinya duduk persoalan atas kasus harus dikuasai secara komprehensif oleh pihak kepolisian agar mampu menempatkan diri sebagaimana mestinya. Kejadian di Desa Mekar Jaya ini adalah satu bukti dari ribuan bukti lain bahwa aparat kepolisan masih gemar menggunakan cara-cara kekerasan dan intimidasi dalam menyelesaikan persoalan konflik antara Petani dan pihak perkebunan. Cara-cara yang dinilai mencederai rasa keadilan dan hak asasi manusia.” Tegasnya.

Lebih lanjut amin mengungkapkan Kontras akan meminta kepada Komnas HAM dan Kompolnas untuk segera melakukan investigasi atas bentrokan yang terjadi di Desa Mekar Jaya, Kabupaten Langkat.” dugaan kekerasan dan penggunaan kekuatan berlebih-lebihan ini harus di usut secara tuntas. Agar pola-pola demikian tidak berulang dan menjalar diberbagai titik konflik agraria lain “ ujarnya. (LBS)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.