Silahkan Unjuk Rasa Tapi Jangan Anarkis

MEDANHEADLINES, Medan – kepala Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Unimed Majda El Muhtaj berharap demonstrasi besar-besaran yang dilakukan masyarakat pada esok hari, Jumat (04/11/2016) bisa berlangsung tertib dan damai.

Majda menilai, unjuk rasa yang dilakukan besok, pada umumnya sama dengan unjuk rasa lainnya, karena inti dari unjuk rasa adalah menyampaikan aspirasinya untuk didengar dan di tanggapi.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, semua masyarakat berhak menyampaikan aspirasinya karena merupakan bagian dari HAM dan dilindungi oleh Undang-undang.

“ Masyarakat berhak  menyampaikan aspirasinya. Itu adalah bagian dari HAM, dan itu dilindungi Undang-Undang,” kata Majda saat dihubungi via seluler, Kamis (03/11/2016).

Unjuk rasa terjadi karena ada sebab. Kali ini masyarakat mendesak kepolisian segera memproses laporan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubrrnur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

“Demo yang muncul besok itu kan hanya desakan ke kepolisian. Karena polisi dinilai lamban dalam memproses laporan masyarakat soal dugaan penistaan agama yang dilakukan gubernur Ahok,” imbuhnya.

Majda pun mengimbau agar pengunjuk rasa bisa menjaga kedamaian dalam menyampaikan pendapat.

“Jangan berbuat anarkis. Karena anarkis itu adalah perbuatan diluar koridor hukum. Aparatur kepolisian juga harus sigap, mereka harus mengawal aksi itu,” ujar Majda.

Untuk meminimalisir potensi anarkis, Majda meminta kepolisian punya negosiator yang andal.

“Harapannya besok bisa berjalan dengan baik. Aparat kepolisian juga harus punya negosiator yang baik untuk meminimalisir tindakan anarkis,” pungkasnya. (PRA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.