MEDANHEADLINES – Untuk menggempur sisa sisa kelompok teroris Maute, Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) melakukan serangan udara (airstrike) menggunakan bom ke beberapa titik di Marawi
Pengeboman via udara dilakukan Dengan mengoperasikan FA-50 Light Combat Aircraft, yang menjatuhkan 226 kilogram bom ke posisi yang diduduki oleh kelompok Maute.
“Serangan udara itu ditargetkan ke 80 militan yang membentuk pertahanan di gedung yang tinggi,” jelas Jurubicara Gugus Tugas Marawi, Letnan Kolonel Jo-ar Herrera seperti diwartakan Inquirer.net
Serangan udara telah dilakukan sejak Selasa malam waktu setempat. Namun, akibat terpaan cuaca buruk, AFP sempat menunda operasi, kemudian dilanjutkan pada keesokan hari.
Pada Selasa kemarin, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengestimasi bahwa pertempuran di Marawi akan selesai dalam 15 hari ke depan. Dan hingga kini, dari 700 militan –berdasarkan estimasi pemerintah– yang bersarang di Marawi, 389 di antaranya dinyatakan tewas dalam pertempuran dengan AFP.
Sedangkan pihak AFP menaksir bahwa korban militer Filipina hingga hari ke-51 pertempuran mencapai 90 personel.
Pada kesempatan yang berbeda, pemerintah daerah Provinsi Lanao del Norte yang bertetangga dengan Provinsi Lanao del Sur –lokasi kota Marawi berada– terus menekankan agar otoritas lokal giat mencegah berkembangnya aktivitas teroris di kawasan.
Wali Kota Linamon di Provinsi Lanao del Norte, Randy Macapil, meminta agar pemda intens mengidentifikasi, mendata, dan melaporkan setiap warga sipil yang berstatus tamu di wilayah tersebut. Tindakan itu dilakukan untuk mempertahankan daerah Linamon dari berkembangnya ancaman teroris.











