Harga bawang Putih Meroket, KPPU : Ada Permainan Kartel

MEDANHEADLINES, Medan – Harga Bawang yang terus meroket di pasaran disinyalir memiliki keterkaitan dengan oknum tertentu yang melakukan permainan harga atau yang biasa disebut dengan Kartel

Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Medan Abdul Hakim Pasaribu mengungkapkan,tingginya harga bawang putih ini sangat aneh karena pasokan barang masih berlimpah di importir.

“Ini menjadi pertanyaan saat harga naik. Padahal barang sudah ada di gudang importir, di Jakarta, Surabaya, Semarang dan Medan, Jadi sangat tidak wajar, harga naik padahal barang ada. Dan tingkat konsumsi belum mengalami peningkatan karena belum masuk puasa,” ungkapnya.

Abdul Hakim juga mengungkapkan, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan di beberapa pedagang besar untuk melihat apa yang menjadi permasalahan namun Mereka beralasan, harga mahal karena minimnya stok dan mahalnya harga beli dari importir.

“Pada saat harga naik, pasokan ada, maka ada sebuah permasalahan disitu. Dan kita bisa turun melalui kewenangan kita dan melakukan penegakan hukum. Bisa dari sisi kita limpahkan ke kepolisian karena melakukan penimbunan barang. Dan apabila itu dilakukan secara bersama sama, itu mengarah pada tindakan kartel,” pungkasnya.

Sementara itu,dari pantauan di beberapa pasar tradisional yang ada di Medan, Harga Bawang Putih meski masih mahal namun sudah ada penurunan,seperti di pasar  petisah,sebelumnya harga Bawang putih sempat mencapai harga Rp 50.000 per Kilogramnya

” Bawang putih udah ada penurunan,kemaren sampai Rp 50.000,sekarang udah ke harga  Rp 46.000 per kg,” ujar Nasution , pedagang sayuran di Pasar Petisah

Menurutnya, meski sudah ada penurunan , harga bawang ini masih Relatif Mahal dibandingkan sebelumnya,”

“ Dari Agennya udah mahal bang,” ungkapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.