MEDANHEADLINES.COM, Sibolga – Kantor Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Kota didatangi sejumlah personil polisi, Rabu (1/6). Kedatangan aparat tersebut dikarenakan adanya dugaan permasalahan pada bantuan COVID-19 dari dinas sosial yang diduga diperjual belikan.
“Kejadiannya sekira pukul 15.00 WIB, di kawasan Panomboman. Saat itu, ramai warga membawa kantongan,” jelas salah satu warga di lokasi.
Warga menyebut, kantongan yang berisi bahan bantuan makanan tersebut berasal dari kantor Lurah Pancuran Bambu. “Kalau nggak salah, ada orang kelurahan yang mengawal pengantaran barang itu,” jelasnya.
Masih menurut warga, bantuan sosial berupa beras dan mie instan itu diduga untuk warga yang terdampak COVID-19.
Bantuan yang diperuntukkan bagi warga Kota Sibolga itu diduga dijual ke wilayah Tapteng.
“Kalau saya mengatakan itu pasti dijual, kenapa saya bilang begitu, karena dari Kota Sibolga dibawa ke Tapteng,” kata warga.
Sementara itu, Ketua LSM Foal Independen Sibolga-Tapteng, Steven Pasaribu, membenarkan pengakuan warga tersebut. Dugaan kecurangan bantuan sosial itu dia peroleh dari warga.
“Si Sulaiman yang menghubungi saya Rabu kemarin terkait kejadian kecurangan itu,” katanya.
Menurut Steven, pengakuan warga yang menyebut terjadinya kecurangan pada bantuan sosial itu diperkuat dari kecurigaan yang dia lihat.
Kecurigaan itu terjadi pada Rabu (30/6) yang kemarin. Saat itu, dia mendatangi Kantor Kelurahan Pancuran Bambu untuk mengurus Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).
“Rabu kemarin kita lihat petugas Polsek Sambas membawa bantuan COVID-19. Dan setelah saya susul ke Polsek, kita lihat bantuan itu hendak dibawa ke Polres Sibolga,” jelasnya.
Masih kata Steven, pada Rabu malam, dia mengaku kembali mendatangi Kantor Lurah Pancuran Bambu untuk menjemput SIKM.
Di sana, dia melihat beberapa petugas dari Polres Sibolga masih berada di kantor lurah tersebut.
“Saat itu petugas bilang, cuma mau menanyakan data masyarakat penerima bantuan,” kata Steven.
Melihat kejadian itu, dia mengaku prihatin dengan kondisi warga yang terdampak COVID-19.
Menurut dia, masih ada beberapa warga di Kelurahan Pancuran Bambu belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.
“Beberapa kali saya telepon lurah, minta tolong agar dapat bantuan, tetapi katanya sudah habis. Hal itu saya maklumi, kalau masih ada warga yang membutuhkan ya tidak apa,” katanya.
Steven mengaku, melihat kondisi yang dihadapi warga ditengah pandemi COVID-19 saat ini, dirinya tidak menyangka masih ada oknum yang berani untuk memperjualbelikan bantuan dari Pemerintah.
Untuk itu, kata dia Pemko Sibolga harus mendukung upaya penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Kota Sibolga.
“Saya sebagai Ketua LSM Foal Independen akan terus mengawal, sampai sejauh mana proses hukum yang dilakukan oleh Polres Sibolga,” tegasnya.
Kendati, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Kepolisian, namun upaya konfirmasi masih terus dilakukan terkait kejadian tersebut. (hen)












